Jurus Air Mancur Tingkatkan Awareness Jamu Di Kalangan Milenial

Jamu merupakan salah satu warisan budaya Indonesia. Jamu digunakan untuk pencegahan penyakit, pemeliharaan kesehatan, pemulihan, kebugaran bahkan kecantikan. Hanya saja, terkesan konsumsi jamu umumnya masih didominasi oleh kalangan usia senior, dimana saat ini konsumsi jamu oleh masyarakat Indonesia masih kalah dari konsumsi terhadap kopi.

Menyadari kesenjangan tersebut, PT Air Mancur, saat peringatan Hari Jamu Nasional beberapa lalu, menggelar beberapa kegiatan melalui aktivitas digital dan kolaborasi dengan depot jamu, pedagang jamu keliling, hingga café jamu di Jakarta, yang bertujuan untuk meningkatkan awareness dan ajakan untuk mengkonsumsi jamu khususnya di kalangan anak muda.

Dengan mengusung tema “Saatnya Jamu Kembali Jaya” Air Mancur sebagai salah satu produsen jamu terbaik di Indonesia,
menggandeng Karen Nijsen sebagai salah satu selebriti muda untuk mengajak anak muda di Indonesia kembali mengenal dan mengkonsumsi jamu. Melalui peringatan Hari Jamu Nasional ini, diharapkan bisa memicu ide-ide baru untuk meningkatkan konsumsi jamu di Indonesia.

Menurut Damayanti, Marketing Manager Air Mancur kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Air Mancur dalam rangka perayaan Hari Jamu Nasional 2021 mengutamakan pengenalan jamu baik dari segi manfaat untuk kesehatan hingga jamu sebagai peluang usaha.

Selain itu, Air Mancur juga menggelar
kegiatan mulai dari Talkshow dan Workshop melalui kanal Live Instagram yang merupakan kerjasama antara Air Mancur dan Café Jamune dengan mengambil tema Meracik Jamu Modern ala Café.

Kegiatan lainnya yang dijalankan adalah kontes Instagram #MbokJamuAirMancurChallenge. Kontes Instagram ini mengajak millenial untuk membuat konten video cosplay menjadi penjual jamu. Harapannya komunikasi melalui konten daring ini bisa meningkatkan awareness generasi muda akan jamu.

Damayanti menambahkan, Air Mancur akan terus berkomitmen untuk meningkatkan pengetahuan & minat masyarakat, terutama generasi muda agar rajin mengkonsumsi jamu, yang selain untuk meningkatkan kesehatan, sekaligus juga menjaga warisan budaya asli Indonesia.

Berdasarkan Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (Ristoja) yang dilaksanakan oleh Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional, telah menghasilkan database pengetahuan etnofarmakologi berupa informasi ramuan obat tradisional sebanyak 33.000 ramuan yang secara empiris terbukti mampu menjaga kesehatan masyarakat, yang terdiri dari 2.800 spesies tumbuhan obat.

Selain identifikasi tumbuhan obat, Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional telah menghasilkan 12 formula jamu teruji klinik. Di antaranya adalah formula jamu untuk asam urat, tekanan darah tinggi, wasir, radang sendi, kolesterol tinggi, gangguan lambung, batu saluran kencing, kencing manis, penurun berat badan, dan pelancar ASI.

Data dari DPP Gabungan Pengusaha (GP) hingga akhir tahun lalu mencerminkan,
selama pandemi Covid-19 omzet produk herbal dan jamu di pasar global sekitar US$ 138,5 miliar. Sedangkan perolehan omzet produk herbal akan terus naik dengan proyeksi pertumbuhan 6,7% per tahun. Pada 2026, omzet pasar pun diperkirakan bisa menyentuh US$ 218,9 miliar.

Dari total penjualan produk herbal di kancah global, potensi nilai pemasaran di Indonesia yang tercatat oleh Kementerian Perindustrian baru mencapai Rp 20 triliun dengan ekspor Rp 16 triliun.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)