Jurus Bank BTN Dongkrak Kredit Non Subsidi

Suryanti Agustinar, Executive Vice President Non Subsidized Mortgage and Consumer Lending Division Bank BTN (Kiri) dan Bobby Nasution, Direktur Marketing Gardenia Apatermen (kanan)

 

Untuk mempertahankan posisinya sebagai market leader dengan pangsa pasar 43,21% di kredit pemilikan rumah (KPR), PT Bank BTN kian agresif untuk menyalurkan kredit, baik kredit subsidi maupun non subsidi.

Bank BTN terus berupaya menghadirkan rumah murah yang bisa dimiliki Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di seluruh Indonesia melalui skema KPR BTN Subsidi.

Hal ini sejalan dengan komitmen Bank BTN menjadi integrator utama Program Satu Juta Rumah dengan target penyaluran KPR BTN Subsidi pada tahun ini mencapai 504.122 unit rumah.

Per kuartal I/2017, Bank BTN mencatatkan kontribusi sejumlah 271.679 unit rumah dengan nilai Rp27,44 triliun. Dari sisi demand, Bank BTN telah menyalurkan 44.442 unit KPR baik subsidi maupun non subsidi dengan nilai total sebesar Rp7,24 triliun. Kemudian, dari sisi supply, total nilai proyek yang dibiayai Bank BTN yakni sebanyak 227.237 unit atau setara Rp20,21 triliun.

Diakui  Suryanti Agustinar, Executive Vice President Non Subsidized Mortgage and Consumer Lending Division Bank BTN, porsi KPR Bank BTN di Jabodetabek saat ini sekitar 60% dari porsi KPR secara nasional, di mana Bogor memberikan porsi KPR sekitar 20% dari total kontrubusi di Jabotabek.

Ia mengakui kawasan Tangerang tetap memberikan kontribusi KPR terbesar untuk wilayah Jabotabek, mengingat area Tangerang lebih luas dan developer yang beroperasi di sana pun lebih banyak.

Kawasan Bogor memang salah satu lokasi yang diminati, dengan keindahan alam dan udara yang sejuk ditambah transportasi yang semakin lengkap, membuat Bogor menjadi incaran pengembang dan konsumen.

Tahun ini pertumbuhan pembiayaan KPR di Bogor tahun ini lebih bagus. Sebanyak 80% produk yang dibiayai adalah rumah tapak, sisanya berupa apartemen. Untuk penyaluran kredit properti nonsubsidi pada tahun ini, Bank BTN menargetkan total Rp 25 triliun. Jumlah tersebut merupakan hasil dari penyaluran kredit pada apartemen, ruko, hingga perkantoran.

Untuk meningkatkan KPA (kredit pemilikan apartemen) Bank BTN kian gencar menggandeng pengembang, salah satu dengan Apartemen Gardenia Bogor, Bank BTN memberikan KPA dengan uang muka 10%. Sedangkan bunga KPA, diberikan promo, yaitu 8% fixed selama tiga tahun atau 9% fixed selama lima tahun pertama.

Langkah tersebut diberikan sebagai upaya Bank BTN untuk menggiring konsumen yang semula menggunakan fasilitas tunai bertahap untuk beralih menggunakan KPA Bank BTN. "Jika mencicil dengan developer, tenornya lima tahun, sedangkan melalui bank bisa dicicil dalam jangka waktu hingga 15 tahun,” ujar Suryanti.

Bobby Nasution, Direktur Marketing Gardenia Apatermen, menambahkan, pihaknya semula memang memberlakukan pembayaran dengan fasilitas cicilan hingga 60 kali. Tapi setelah proyek ini topping off, cara pembayaran tersebut tidak lagi diberlakukan. Konsumen harus menggunakan fasilitas Bank BTN atau Bank BNI yang bekerjasama dengan Takke Group.

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)