Jurus Daya Group Selamatkan Perusahaan dan Karyawan dari Pandemi Covid-19

Dalam menjalankan bisnisnya, Daya Group memiliki filosofi Partnership & Excellence. Partnership artinya perusahaan selalu berusaha menjalin kerja sama yang baik dengan semua pihak, baik eksternal maupun internal. Partnership yang baik akan terbentuk jika ada kepercayaan dari pihak-pihak yang terlibat. Adapun Excellence memiliki arti perusahaan selalu berusaha untuk mencapai yang terbaik di dalam proses maupun people-nya.

Krisgianto Lilikwargawidjaja, CEO Daya Group mengungkapkan, di masa pandemi ini, implementasi dari filosofi tersebut benar-benar diuji. Namun, kepercayaan dari stakeholder seperti karyawan, jaringan, rekanan bank, perusahaan pembiayaan, hingga supplier dapat membawa perusahaan melewati krisis ini dengan baik. Komunikasi yang terbuka dinilai menjadi faktor terpenting dalam membangun kepercayaan.

"Di awal pandemi saya menyampaikan langsung kepada seluruh karyawan mengenai kondisi perusahaan. Saya juga meminta mereka agar tetap bekerja dengan normal dan tidak khawatir berlebihan, karena meski dalam kondisi sulit manajemen berkomitmen untuk bisa membawa perusahaan keluar dari kondisi ini," ujar Krisgianto.

Ia menjelaskan, pada April-Mei 2020, penjualan motor dan mobil Daya Group berada di titik terendah yakni turun hingga 70% dibandingkan penjualan rata-rata di Kuartal I 2020. Namun, ia bersyukur unit usaha lain seperti kesehatan dan perkebunan relatif jauh lebih baik kondisinya sehingga dapat menopang bisnis perusahaan. 

Untuk memitigasi risiko yang lebih jauh, perusahaan pun melakukan beberapa pencegahan. Pertama, melakukan business stress test dengan berbagai skenario. Hal ini untuk mendapatkan opsi-opsi yang resilience dari banyaknya ketidakpastian saat itu. "Kemudian, yang utama adalah bagaimana kami harus menjaga cashflow perusahaan sambil menguji model bisnis yang ada pada saat itu," katanya.

Bersamaan dengan itu, perusahaan juga membentuk komite khusus lintas perusahaan untuk menangani isu-isu terkait Covid-19. Komite ini langsung bekerja untuk mempelajari semua hal terkait Covid-19 dan merumuskannya menjadi suatu kebijakan serta informasi untuk dikomunikasikan kepada seluruh karyawan.

"Kami juga membangun sistem penanganan pandemi yang terus diperbaiki, karena bagi kami kesehatan dan keselamatan karyawan merupakan hal utama yang harus diprioritaskan," tegas Krisgianto.

Sistem tersebut berupa aplikasi health declare monitoring yang dilengkapi dengan GPS tracking dan harus diisi oleh seluruh karyawan setiap hari. Aplikasi yang diberi nama MyDaya ini sekaligus berfungsi sebagai absensi, dimana setiap karyawan harus menginformasikan kondisi kesehatan diri dan keluarganya.

“Dari sana kami melakukan follow up terhadap karyawan yang terdeteksi ada potensi masuk kategori high risk. Kami juga meminta ke seluruh dealer untuk melakukannya dan secara berkala kami mengeceknya. Diharapkan dengan adanya keterbukaan informasi dari karyawan, kami dapat meminimalisasi penularan di lingkungan perusahaan,” ujar Krisgianto.

Edukasi mengenai Covid-19 terhadap seluruh karyawan dan keluarganya juga dilakukan secara rutin, baik itu melalui video, buku saku, poster, maupun berbagi informasi dari tenaga kesehatan. "Sharing informasi ini wajib diikuti oleh karyawan dan keluarganya, karena kami yakin keluarga merupakan lingkup terkecil yang harus kita edukasi untuk membantu mencegah penyebaran," jelasnya.

Lalu, untuk mensiasati hambatan dalam berkomunikasi dan mengawasi dealer secara langsung, Daya Group melakukan Gemba Virtual. Sebuah proses solusi teknologi untuk terus menerapkan prinsip-prinsip lean manufacturing. Ini dilakukan untuk memonitor aktivitas di dealer.

“Gemba Virtual kepada dealer menggunakan handphone, menunjukkan kepada kami fasilitas atau sikap di seluruh area dealer dari mulai sekuriti, sales, orang bengkel, dsb mereka melakukan apa saja,” jelasnya. Selain itu, manajemen juga melakukan tes kesehatan secara rutin dengan memanfaatkan klinik yang dimiliki.

"Semua inisiatif tersebut kami upayakan agar keep moving, menjaga mata rantai usaha dan seluruh jaringan dapat terus berjalan dengan tetap mengedepankan kesehatan karyawan dan konsumen sebagai hal yang utama. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan penjualan di Kuartal III sebesar 139% dibandingkan Kuartal II," tuturnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)