Jurus Jenny Besarkan Bisnis Food Ingredients

Jenny Kartika RusliBisnis makanan-minuman yang menggeliat di Indonesia rupanya juga menjadi pasar empuk bagi berbagai industri pendukungnya. Di balik pesatnya pertumbuhan perusahaan besar bidang FMCG makanan dan minuman, pelaku bisnis B2B yang menopang perkembangan industri ini juga menggeliat. Termasuk, PT Foodex Inti Ingredients, yang bisnisnya memasok berbagai jenis food ingredient dan bumbu untuk kebutuhan pabrik-pabrik makanan.

Didirikan pada 1995 oleh keluarga Jenny Kartika Rusli, saat ini Foodex termasuk pemain utama di bisnisnya. Bahkan, produknya juga sudah diekspor ke negara-negara Timur Tengah, Afrika, China, Malaysia, Singapura, dan Australia, juga akan merambah India, Vietnam, dan Filipina.

Pertumbuhan bisnis kami cukup bagus karena semua orang perlu makan. Per tahun tumbuh double digit, ungkap Jenny, Direktur Pengembangan Bisnis Foodex yang juga putri pemilik perusahaan. Dia menjelaskan, sebagai pemain B2B, perusahaannya terus berevolusi mengikuti permintaan pasar. Dulu ketika didirikan, baru sebatas memasok kebutuhan produk food seasoning (bumbu-bumbuan), tetapi sekarang rentang produk yang disediakan makin beragam. Ada savory seasoning, sweet seasoning, functional ingredient, flavor ingredient, spicies, produk ready to eat meal (seperti bubur siap makan, lauk siap makan, meat extract --dari bahan dasar daging), dan berbagai ragam lainnya. Food ingredient yang kami cover cukup banyak, kata Jenny tandas.

Jenny menjelaskan, bisnis Foodex berbasis B2B sehingga program pemasarannya juga menempuh cara khusus. “Kami banyak melakukan trade show seperti food exhibition. Di Indonesia kami ikut Food Ingredients Asia Expo yang diadakan dua tahun sekali. Kami juga ikuti trade show di luar negeri seperti di China dan banyak melakukan presentasi di kedutaan-kedutaan untuk mengenalkan produk Foodex, Jenny memaparkan strateginya.

Dalam mencari pelanggan baru, biasanya dia mencari perusahaan yang berpotensi menjadi pelanggan dan kemudian mencari tahu siapa yang menjadi key person-nya. Setelah itu, kami presentasi mengenai Foodex kepada mereka. Yang paling penting dalam bisnis B2B ialah menjaga trust. Produk kami harus menjawab kebutuhan setiap pelanggan dan reliable dalam menyediakan servis, tutur Jenny. Setelah menjadi klien, pihaknya selalu menjaga keintiman yang baik dengan pelanggan.

Dalam memasarkan produknya, Foodex mengusung keunggulan rasa lokal, misalnya memproduksi sambal (seperti sambal cabai hijau dan sambel korek). “Kami expert di bidang rasa lokal ini. Namun, untuk rasa internasional juga tetap memproduksi sesuai tren anak muda. Dua-duanya kami jalankan, katanya. Pihaknya juga berusaha terus melakukan inovasi. Karena kami bergelut di bidang makanan, rasa harus ada inovasi. Contohnya, sekarang banyak influence makanan dari luar negeri seperti dari Korea dan Jepang. Kami juga tangkap hal tersebut, tambahnya. Tak lupa, pihaknya juga berusaha agile, bergerak lebih cepat dalam menjawab tantangan pelanggan. Kini pelanggan Foodex amat beragam, mulai dari industri bakmi instan sampai produsen kudapan dan resto.

Menurut Jenny, perusahaannya kini merupakan satu di antara tiga pemain besar di bisnis food ingredients di Indonesia. Target kami ke depan ingin menjadi pemain yang dikenal secara nasional dan ingin go international. Kami juga sudah melakukan ekspor, terutama di halal country seperti di Middle East, Asia Tenggara, dan negara-negara Afrika, katanya. Dari sisi kemampuan produksi, perusahaan yang mempekerjakan ratusan orang ini juga sudah punya fasilitas modern di kawasan industri Delta Sillicon, Cikarang.

Pemerhati bisnis dari Direxion Consulting, Jahja B. Soenarjo, melihat langkah Foodex masuk ke bisnis food ingredients sangat tepat karena bisnis makanan memang terus tumbuh baik. Otomatis pemain B2B yang bermain pada mata rantai industri food juga menikmati gurihnya pasar. Strateginya sudah cukup aktif. Cuma perlu ditambah inovasi karena situasi pasar makanan terus berkembang. Segmen pasar milenial berani mendobrak pasar, Foodex mesti mengikuti tren ini dengan seksama,” demikian pesan Jahja.

Selain itu, perlu juga meningkatkan pasar ekspor dengan membangun banyak mitra di pasar luar negeri. Untuk domestik, mungkin Foodex juga bisa menggandeng mitra-mitra waralaba kuliner yang terpilih dan bereputasi untuk menjadi mitra co-branding yang dapat lebih mengangkat merek Foodex, Jahja menyarankan. (*)

Sudarmadi & Chandra Maulana

Riset: Armiadi M

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)