Jurus Scoot Melebarkan Sayap di Segmen LCC

Sejak mengangkasa pada Bulan Juni 2012, Scoot maskapai penerbangan bertarif rendah milik Singapore Airlines (SIA) Goup terus menyiapkan diri untuk babak baru pertumbuhan di segmen Low Cost Carrier (LCC). Di tengah kompetisi segmen LCC yang semakin ketat, Scoot tetap percaya diri melebarkan sayap lebih luas di kawasan Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Vinod Kannan, Chief Commercial Officer (CCO) Scoot di Jakarta (27/3/2018) saat merilis rute baru ke Berlin. Vinod menjelaskan, sejak awal berdiri Scoot memposisikan diri sebagai maskapai LCC yang menargetkan penumpang generasi muda dan millenials, melengkapi induknya, SIA, yang mengincar pasar premium.

“Sejak awal menargetkan penumpang muda milenial, dan value seeker traveller. Mengapa menargetkan milenial? Kami merasa ada future market di situ. Indonesia ada banyak anak muda millenials-nya, anak muda ada sekitar 40% , hampir sama seperti di kawasan Asia lainnya,” ujar Vinod yang menjabat sebagai CCO sejak Oktober 2017.

Di Indonesia, untuk memperkuat jaringan, Scoot mengambil langkah merger dengan Tigerair yang telah beroperasi di Indonesia sejak 2012. Setelah merger, semua penerbangan Tigerair diambil alih Scoot. Sejak merger pada 2017 itu maka Scoot memiliki jalur ke Indonesia.

“Tigerair sudah berpengalaman dalam melayani regional, sementara Scoot melayani jarak jauh. Keduanya dimiliki oleh SIA. Maka dari itu kami mengkombinasi keduanya untuk mempermudah dan meningkatkan bisnis, dan supaya orang-orang tidak bingung kalau ada dua nama,” lanjut Vinod.

Ia mengatakan, Indonesia adalah pasar yang sangat penting bagi Scoot. Saat ini Scoot melayani 53 kali penerbangan dalam seminggu Singapura – Indonesia. Angka tersebut meningkat semenjak pertama beroperasi sebanyak 30 kali per minggu.

“Scoot beroperasi di 4 kota, yakni Jakarta, Denpasar, Surabaya, dan Palembang. Berikutnya di Bulan Juni nanti juga kami akan membuka rute ke Pekanbaru. Sejak awal beroperasi hanya di 3 titik, maka di tahun ini akan meningkat menjadi 5 titik. Indonesia termasuk market terbesar di region Asia Tenggara, karena jumlah penduduk juga mencapai lebih dari 200 juta. Salah satu pasar terpenting dari Indonesia adalah untuk umroh dan haji. Scoot melayani rute ke Jeddah sebanyak 3 kali seminggu,” paparnya.

Lebih jauh lagi Vinod menjelaskan, sejumlah langkah prioritas untuk meningkatkan bisnis di Indonesia adalah pertama, memastikan pessanger load factor di Indonesia berjalan dengan baik dan meningkatkannya. “Load factor sekarang sebesar 80%, dan akan meningkatkannya mungkin mencapai 85%, karena rata-rata network kami adalah sebesar itu,” jelasnya.

Kedua, meningkatkan terus jumlah penerbangan. Dan ketiga, Scoot ingin memberi kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk travelling tidak hanya ke Singapura saja, tapi juga ke long haul destination.

Vinod juga menungkapkan bahwa saat ini hal yang paling menantang dalam mengembangkan pasar di Indonesia adalah meningkatkan brand awareness. ”Scoot terhitung sebagai brand baru di Indonesia, jadi kami perlu meningkatkan awareness akan kehadiran kami di Indonesia,” ujarnya.

Namun Vinod yakin bahwa Scoot tetap percaya diri semakin diterima masyarakat Indonesia karena memiliki diferensiasi, salah satunya memiliki rute penerbangan jarak jauh (long haul destination) bagi Indonesia. Scoot juga menggunakan pesawat buatan Boeing terbaru yaitu 787 Dreamliner, selain juga Airbus A320

“Kami LCC yang memiliki penerbangan jarak jauh (long haul), LCC lainnya tidak ada yang melayani rute jarak jauh. LCC lain juga tidak ada yang memakai Boeing 787 Dreamline terbaru,” ungkapnya. Selain itu, Scoot memiliki 3 kategori kelas. Economy standard, scoot biz dan scoot-in-silence. “Ketika maskapai LCC lain hanya memiliki satu kelas, kami terdapat 3 kelas, salah satu yang berbeda adalah Scoot-in-silence yaitu kabin yang sangat sunyi yang diperuntukkan hanya untuk dewasa tanpa anak-anak,” tambahnya.

Saat ini Scoot memiliki 63 destinasi. Long haul terbaru yang diluncurkan adalah rute ke Berlin. “ Scoot membuka tujuan jarak jauh ketiga, ke berlin. Setelah sebelumnya Athena dan Honolulu. Launching penerbangan berlin, mulai 20 Juni 2018, ada 4 kali seminggu. Tarif Jakarta-Berlin sekitar Rp 6,3juta – Rp 6,9 juta untuk Pergi-Pulang,” tuturnya.

Pada 16 Mei 2016, Scoot mendirikan Value Alliance. Aliansi ini memungkinkan penumpang untuk melihat, memilih, atau memesan tiket yang tersedia dari salah satu maskapai anggota Value Alliance dalam satu transaksi secara online. Seluruh maskapai yang tergabung memiliki rute lebih dari 160 destinasi sehingga para penumpang dapat menikmati konektivitas di seluruh Asia Pasifik melalui layanan one-stop-shop. Tujuha anggota Value Alliance yaitu Cebu Pacific, Jeju Air, Nok Air, NokScoot, Scoot, Tigerair Australia, dan Vanila Air.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)