Kalla Startup Hunt Akselerasi Entrepreneur dan Inovasi Indonesia

Untuk merayakan HUT Kemerdekaan Indonesia ke-77, Kalla Startup Hunt mengadakan special webinar Kemerdekaan RI. Sebelumnya, webinar bertajuk Startup Hunt Workshop Series yang dilaksanakan sejak Juni telah diikuti oleh sekitar 1.838 partisipan seluruh Indonesia baik melalui Zoom dan YouTube.

Hingga hari ini ada 50 startup yang mengikuti lomba Program Startup Hunt 7 Mega Ecosystem Kalla. Dalam acara tersebut, Achmad Soegiarto selaku Chief Strategy & Technology Holding Kalla menjelaskan bahwa Inovasi di Indonesia tetap harus tumbuh untuk menggerakkan perekonomian nasional. Menurutya, startup harus menjadi penggerak inovasi nasional dan dapat menjadi bagian vehicle dari 7 Mega Ecosystem Kalla Group, yang terdiri dari Ekosistem Edukasi, Property & Hospitality, Transportasi & Logistik, Otomotif, Energi, Manufaktur dan Infrastuktur.

“Tahun ini merupakan tahun kolaborasi untuk dapat semakin memberikan banyak kemudahan kepada customer. Untuk itu, kami membuka diri untuk menjalin kerja sama dengan mengajak teman-teman pelaku startup terus berinovasi, karena Inovasi Always Beta” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang narasumber dalam webinar, Dimas Triandhanu Utomo dari Adrem Law Firm membahas tentang pentingnya legalitas dari sebuah startup yang dapat melindunginya dari berbagai hal yang berpotensi merugikan entitas atau produknya. Untuk itu, bisnis tersebut harus diakui oleh negara.

Business lifecycle startup juga dimulai dari pendirian PT. Untungnya sekarang pemerintah sangat mendukung. Jadi, bikin PT saat ini simple banget. Selanjutnya ada anggaran dasar, urusan notaris, NPWP, lalu perusahaannya berdiri. Setelah itu, apply NIB yang merupakan identitas company. Kalau tidak ada izin spesifik lainnya, sudah bisa jalankan bisnisnya,” jelas Dimas.

Pada sesi selanjutnya Dhidik Tri Wibowo selaku Senior Vice President dari Kecilin.ID membahas tentang Advance Data Optimization. Kompresi data sangat penting untuk menjaga konektivitas perusahaan tetap efektif dan efisien. Penggunaannya pun sangat bisa diaplikasikan di berbagai macam hal, mulai dari layanan Cloud, Streaming & Internet Accelarator. "Kalau data di-compress, maka cost untuk bandwdith atau storage di Cloud bisa diefisienkan. Di Kecilin, kita bisa compress berbagai macam file, mulai dari text atau database yang bisa sampai 90%, image bisa sampai 80%, video bisa 75% hingga dokumen bisa 50%," sebut Dhidik.

Pada sesi ketiga, Joshua Budiman selaku Head of Meta Space Solutions dari WIR Group yang membahas terkait Metaverse. Social Behaviour dari manusia berubah mengikuti dari perkembangan zaman dan perkembangan teknologi, Metaverse ini merupakan perwujudan konjungsi antara dunia nyata dan dunia maya, prospek bisnisnya pun sangat menjanjikan. Indonesia harus siap dari sisi pengetahuan dan teknologi untuk tetap bisa bertahan atau bahkan menjadi negara yang diperhitungkan secara global.

Pages: 1 2

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)