Karier dan Kewirausahaan Industri Kreatif Kian Prospektif

Konser Godbles di Bursa Efek Indonesia. Industri kreatif membuka ruang bisnis dan karier yang menjanjikan. (Ilustrasi Foto : Vicky Rachman/SWA)

Peluang bisnis industri kreatif untuk kian terbuka lebar di masa pandemi wabah virus corona (Covid-19). Hal ini terindikasi dari kemunculan media-media baru yang menampikan jenis seni dalam format media yang baru. Produk kreatif yang inovatif bakal digemari publik, khususnya generasi milenial. Saat ini, dua bidang seni yang saat ini sangat di gemari generasi milenal adalah seni suara,musik serta fesyen. Lantaran demikian, berkarier atau berwirausaha (entrepreneur) di bidang kreatif ini diprediksi semakin menjanjikan di masa depan.

Hal ini disampulkan di diskusi virtual yang digelar UniSadhuGuna International College (UIC College), unit pendidikan dari UniSadhuGuna, yang mengulas peluang karier dan bisnis industri kreatif bertemakan 'Tips dan Karir Studi di bidang Kreatif Seni Suara dan Fashion di Tengah Pandemi' di Jakarta, pada awal pekan ini. Diskusi ini mengulas tema tersebut yang dijabarkan oleh Aghi Narottama, peraih Citra Award Best Music Arranger, Ali Kharisma, CEO Indonesia Fashion Chamber, dan Aimee Sukesna, Head of Campus UIC College BSD, Tangerang, Banten.

Jurusan Creative Arts (Seni Kreatif) di bidang Sound Design & Fashion, UIC College memainkan peran sangat penting dalam melahirkan para pelaku industri ini. “Kami ingin mengambil bagian dalam membangun industri ini dengan melahirkan pelaku industri di bidang seni kreatif yang dapat menembus pasar internasional. Dengan kurikulum internasional BTEC dari Pearson UK, kami menawarkan jurusan Fashion Design dan Sound Design untuk generasi muda di Indonesia” kata Aimee dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (18/6/2020).

Mahasiswa jurusan Sound Design di UIC College menempa mahasiswanya untuk berkarya di bidang musik dan suara dengan mempelajari beragam teknik memproduksi musik dan suara, seni, dan ilmu bisnis. Nantinya, pengetahuan ini bisa menjadi bekal untuk menekuni profesi sebagai produser musik, penata suara, dan direktur musik.

Menurut Aghi, saat ini di dunia tata suara di berbagai bidang telah mempergunakan teknik yang inovatif. “Contohnya di bidang musik, di tengah pandemi Covid-19 ini memicu jenis pertunjukan baru berupa virtual show yang cukup digemari. Musik terus berinovasi dengan proses produksi berbasis teknologi dan sistem distribusi yang cepat, seperti streaming, demikian juga dengan industri film kita saat ini sangat menarik,” tutur Aghi. Ini didukung dengan fakta bahwa jumlah penonton film Indonesia ternyata paling besar di Asia. “Pasarnya luar biasa. Ini adalah kesempatan emas bagi kita untuk mengembangkan industri ini,” jelas Aghi.

Berbicara mengenai tren fesyen, setiap tahunnya pasti berubah dan berkembang, tidak ada kepastian namun selalu terisi dengan kejutan di setiap tahun.Prospek kerja di dunia fashion sangat terbuka lebar dan peluang sebagai entrepreneur dengan mengembangkan merek fashion sendiri, atau pun bekerja dengan perusahaan-perusahaan besar yang telah memiliki merek ternama di dunia pun bisa menjadi pilihan.

Aimee menambahkan kurikulum yang diadopsi dari Inggris itu memungkinkan mahasiswa UIC College langsung diterjunkan dalam ekosistem kreatif. “Sehingga mereka dapat berkreasi langsung dengan para siswa lainnya dan beberapa praktisi yang bekecimpung di bidang bisnis, desain, fashion bahkan film,” ucap Aimee. Mahasiswa tidak saja belajar teori dan praktek tetapi juga membekali dengan ilmu bisnis

Ali menambahkan tantangan di dunia fashion saat ini untuk para pemula adalah kurang lebih sama dengan tantangan di industri kreatif lainya bahwa setiap orang akan muncul berbeda-beda sesuai dengan kekuatan masing-masing. “Tapi secara umum tantangan terbesar bagi desainer adalah di pemasaran, selain designer memang lebih suka memproduksi daripada menjual karena untuk mencari mitra yang memiliki kemampuan yang baik dalam pemasaran fashion tidaklah gampang. Tantangan berikutnya yang secara umum adalah menemukan DNA brand yang tepat untuk designer,” tambah Ali.

Menurut Aimee, dengan gairah yang besar, maka akan semakin banyak sekolah audio, fashion, animasi, film dan bidang-bidang kreatif lain yang dapat melahirkan talenta berkualitas dan membuat industri kreatif Indonesia semakin dikenal di pentas global. Mahasiswa UIC College yang mengambil jurusan Creative Arts (Seni Kreatif) dalam Sound Design, Graphic Design dan Fashion Design ini berkesempatan untuk melanjutkan tahun ketiga (final year) dan meraih gelar Bachelor of Arts (Honous) di universitas-universitas terkemuka di Inggris seperti Manchester Metropolitan University, Coventry University, University of West of England atau Northumbria.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)