Kata.ai Bangun Interaksi Manusia dan Teknologi Lewat Chatbot

Irzan Raditya CEO Kata.ai, Irzan Raditya.

Sebagai penyedia solusi Artificial Intelligence (AI), Kata.ai mampu memanfaatkan teknologi ini sebagai sarana untuk memanusiakan interaksi antara masyarakat dan teknologi (Humanizing Interaction). Tujuannya, membantu bisnis terhubung lebih baik dengan para konsumennya melalui platform rekaannya seperti chatbots.

Potensi chatbot untuk menjangkau lebih banyak orang tak dapat disangkal. Jemma, chatbot teman virtual untuk konsumen wanita yang dibuat oleh Kata.ai dalam kemitraan dengan Unilever, telah berteman dengan lebih dari 1,7 juta orang melalui aplikasi pesan Line pada bulan Desember 2017. Beberapa sesi obrolan dengan Jemma bahkan berlangsung selama empat jam, menunjukkan bagaimana konsumen bisa merasa terhubung dengan chatbot.

Menurut CEO Kata.ai, Irzan Raditya, revolusi teknologi telah melahirkan banyak bisnis yang dibangun dari aplikasi mobile, karena itu Kata.ai ingin memberdayakan generasi entrepreneur berikutnya untuk menciptakan terobosan dengan chatbot. "Kami menyebut generasi baru ini sebagai 'Botpreneurs', dan tujuan kami sebagai perusahaan adalah memungkinkan mereka tumbuh di masa depan," ujarnya berharap.

Dalam waktu kurang dari satu tahun, jumlah orang yang berinteraksi dalam percakapan dengan chatbots karya Kata.ai telah melampaui 26 juta orang, dengan total pertukaran pesan lebih dari 200 juta pesan. Sejalan dengan keberhasilan ini, Kata.ai juga telah menembus sektor industri yang beragam melalui chatbots-nya. Kini, Kata.ai tengah berupaya menyesuaikan teknologinya untuk sektor bisnis lain, seperti industri telekomunikasi, konsultasi, perbankan, dan ritel.

Dan yang terbaru dari Kata.ai adalah Kata Bot Platform yang berfungsi membantu developer dan pelaku usaha dalam mengembangkan chatbot secara lebih mudah dan efisien. Melalui platform ini, developer dapat lebih fokus membangun pengalaman percakapan menarik bagi para pengguna chatbot mereka. “Pengembangan platform ini dari berbagai kerangka bot yang telah ada. Kata.ai ingin menyederhanakannya agar developer bisa menggunakan waktu dan keahlian mereka untuk menciptakan pengalaman user sebaik mungkin," ujar CTO Kata.ai, Ahmad Rizqi Meydiarso.

Kata.ai mendapat dukungan dari sejumlah badan investor di Indonesia, Korea, dan Taiwan. Start-up ini berhasil mendapatkan dana sebesar US$ 3,5 juta (Rp 47,4 miliar) dalam pendanaan seri A pada bulan Agustus 2017 yang dipimpin oleh Trans Pacific Technology Fund (TPTF) Taiwan. Perusahaan raksasa konsultasi global, Accenture, melihat dalam lima tahun kedepan AI akan menjadi alat utama yang dimanfaatkan untuk membangun brand awareness. Asisten digital juga akan lebih banyak digunakan oleh masyarakat untuk menunjang produktif dan berpotensi bagi pelaku usaha consumer goods dan investor teknologi.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)