Katama Perkenalkan Konstruksi Sarang Laba-Laba di Kampus Untirta

Presiden Direktur PT Katama, Kris Suyanto

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) di Sindangsari, Kota Serang, Banten, yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu, menjadi kebanggaan dan mewakili semangat baru untuk memajukan pendidikan tinggi di Provinsi Banten.

Salah satu kelebihan kampus Untirta karena menerapkan konsep smart and green university secara nyata di lingkungan kampus, dimana 30% dari luas kawasan, pencahayaannya semuanya menggunakan penerangan alami, tidak ada kendaraan pribadi yang masuk ke kampus ini, dan pergerakan di kampus ini dibantu oleh shuttle bus.

Kelebihan lainnya dari sisi konstruksi, pembangunan kampus baru ini yang terdiri dari 12 gedung ini, sepenuhnya dibiayai dari pinjaman Bank Pembangunan Islam (Islamic Development Bank/ IDB) senilai 56,9 juta dolar AS (Rp 820,5 miliar), di mana sebanyak 8 gedung menggunakan konstruksi sarang laba-laba.

Menurut Ketua Tim Teknis dan PIC Civilwork Kampus Untirta Sindangsari, Rifky Ujianto, penggunaan konstruksi sarang laba-laba karena selain merupakan karya anak bangsa juga karena konstruksi ini tahan gempa dan tentunya mempertimbangkan efisiensi mengingat gedung dibangun hanya empat lantai. Padahal, konstruksi sarang laba-laba didisain untuk bangunan enam lantai di daerah gempa.

Konstruksi sarang laba-laba merupakan inovasi yang patennya dipegang PT Katama. Sesuai namanya konstruksi ini merupakan fondasi yang dibentuk dari rangkaian sirip berbentuk segitiga terbuat dari kombinasi besi dan beton. Apabila dilihat dari atas menyerupai jaring laba-laba.

Fondasi ini sudah banyak dimanfaatkan untuk bangunan-bangunan tahan gempa di Aceh, Sumatera Barat, dan Bengkulu, bahkan juga dimanfaatkan untuk landasan glinding/ taxiway Bandara Juata Tarakan, Kalimantan Utara serta beberapa ruas jalan di tanah ekstrim.

Presiden Direktur PT Katama, Kris Suyanto menambahkan, sebagai pemegang paten menyatakan apresiasinya atas kembali dipercayanya konstruksi karya anak bangsa untuk bangunan di Indonesia. Mengingat
sudah banyak bangunan yang menggunakan konstruksi dangkal dengan sirip segitiga menyerupai laba-laba termasuk dipergunakan berbagai pembangunan di Indonesia tak hanya di daerah gempa konstruksi sarang laba-laba juga banyak digunakan pada tanah lunak dan berawa namun perlu perlakuan khusus.

Diakui Kris juga penggunaan konstruksi sarang laba-laba di kampus baru Untirta ini sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo untuk memperbanyak penggunaan produksi dalam negeri. “Konstruksi kami sepenuhnya tidak menggunakan bahan atau material bangunan dari luar. Hampir semuanya di dapat di dalam negeri bahkan pekerja dan peralatan menggunakan sumber daya lokal," kata Kris.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)