Kejayaan Ekspor Toyota Indonesia

 

Unit CBU (Complete Built-up) kendaraan Toyota Indonesia yang siap diekspor. (dok: Toyota Motor Manufacturing Indonesia)

Sebagai manufacturing dan eksportir produk dan komponen kendaraan, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) telah menetapkan posisinya selama empat dekade di Indonesia. Memproduksi produk-produk kendaraan roda empat dilakukannya untuk kebutuhan domestik dan ekspor. Tahun ini juga, TMMIN berhasil kembali meraih penghargaan Primaniyarta Award dari Kementrian Perdagangan RI untuk kategori Eksportir Berkinerja.

TMMIN berhasil melakukan ekspor 100.000 komponen kendaraan roda empat dan lebih banyak lagi R-NR engine ke lima negara Asia. Tahun 2016 memfokuskan diri pada pasar Asia, TMMIN melakukan produk ekspornya untuk CBU (Completely Built-up) engine, CKD (Completely Knock Down) engine, komponen dan production tools. Saat ini ekspor telah dilakukan ke 80 negara dengan dua destinasi baru yakni Myanmar dan Maroko. Menurut Wakil Presiden Direktur PT TMMIN (Toyota), Edward Otto Kanter, volume ekspornya CBU pada tahun 2015 sebanyak 177.000 unit, naik dibandingkan tahun 2014 yang hanya mencapai 160.000 saja. Namun pada tahun 2016 mengalami penurunan menjadi 169.000 unit yang dipengaruhi kondisi lesunya ekonomi global,” ungkapnya.

Untuk ekspor CKD engine, tahun 2014 TMMIN berhasil mengekspor 45.000 unit di tahun 2015 dan tahun 2016 mengalami kenaikan lagi hingga 47.000 unit CKD. Produk engine terbaru yakni R-NR mendapat respon sangat baik oleh pasar, terutama di Asia. “Untuk ekpor komponen, tahun 2015 mencapai 57.000 komponen dan tahun 2016 naik menjadi 88.000. Export performance value TMMIN secara gabungan sebesar 42,4% mencapai US$2,01 miliar di tahun 2015 dan tahun 2016 menjadi US$2,11 miliar,” ujarnya.

Ekspansi ekspor terus dikembangkan TMMIN untuk menjangkau pasar yang lebih besar. Dibangunnya Toyota Global Network, pengembangan R&D dengan dukungan teknologi terbaru, dan investasi untuk menaikkan kapasitas produksi menjadi upaya yang dilakukannya. “Investasi periode 2015-2019 sebesar Rp25 triliun. Selain itu, kapasitas produksi juga dinaikan IMV(Innovative International Multi-purpose Vehicle), passenger car, TR engine, dan NR engine. Pengembangan supply chain ke supplier tier 2 dan 3 telah dilakukan, selama ini TMMIN masih pada tier 1,” jelasnya.

Menurut Edward Otto, investasi dan kegiatan ekspor yang dilakukan TMMIN merupakan keseriusan mereka dalam mewujudkan potensi pasar. Kerja kerasnya menghasilkan kepercayaan atas peran TMMIN sebagai basis produksi kendaraan, engine, dan komponen Toyota di Asia Pasifik untuk memenuhi permintaan global. Semenjak tahun 2016, TMMIN menambah 2 produk ekspor baru, yaitu Sienta dan R-NR engine. Jumlah ekspor unit R-NR engine sepanjang tahun 2017 cukup signifikan dengan mencatatkan 74.600 unit. Sedangkan Toyota Sienta, sejak awal perdananya telah mencapai tingkat komponen lokal 80%.

Tahun ini, TMMIN menargetkan kenaikan ekspor sebesar 10% secara volume dibanding tahun lalu. Produk-produk ekspor kendaraan Toyota ini nantinya dikirim ke lebih dari 80 negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Kepulauan Karibia, Pasifik, serta Timur Tengah. Target ini di dukung pasar timur tengah yang mulai membaik paska turunnya akibat inflasi di Saudi Arabia. Untuk car passanger yang berkontribusi besar untuk ekspor TMMIN masih di pegang merek SUV Fortuner sebesar 52.500 unit. MPV Avanza dan Vios masing-masing sebesar 36.100 unit dan 20.700 unit.

 

Reportase: Arie Liliyah

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)