Kelak Transformasi KALOG Lebih Komprehensif

Presiden Direktur PT Kereta Api Logistik (KALOG), Junaidi Nasution.

Kehadiran Kereta Api Logistik (KALOG) sebagai anak usaha PT KAI menjadi layanan logistik yang melengkapi bisnis induk perusahaan. Perannya sebagai penyedia jasa logistik mampu berkontribusi besar pada sistem logistik nasional di tengah kompetitor yang telah eksis.

Berbagai transformasi dilakukan KALOG mulai dari perbaikan pelayanan, modernisasi infrastruktur, perluasan jaringan layanan hingga perbaikan sistem pada organisasi. Sertifikasi ISO pun dilakukan pembaruan menjadi ISO 9001:2015 sebagai bukti keseriusan. Menurut Presiden Direktur PT Kereta Api Logistik (KALOG), Junaidi Nasution, ke depannya transformasi akan dilakukan lebih komprehensif ditunjang dengan sistem teknologi informasi untuk mendukung operasional bisnis. Baginya, segala upaya yang dilakukan KALOG berdampak positif bagi pertumbuhan bisnis perusahaan.

Transformasi KALOG mampu menghadirkan pertumbuhan pendapatan yang bagus pada lini bisnis kontainer. Hal ini disebabkan adanya penambahan relasi seperti Semarang dan KEK Sei Mangkei – Belawan. “Sementara pada bisnis non-kontainer didorong oleh penambahan kapasitas angkut semen Baturaja. Walaupun target pendapatan tidak terpenuhi, lini bisnis BHP Kurir menunjukkan kinerja yang baik. Kondisi ini didukung dengan maraknya start-up business serta e-commerce yang tengah menggeliat,” ungkapnya.

Kinerja KALOG hingga saat ini menunjukkan hasil yang cukup positif. Ini didorong oleh pertumbuhan bisnis serta ekspansi yang gencar di hampir semua lini bisnis perusahaan. “Dalam hal layanan KA Kontainer, KALOG telah berperan serta dalam program pemerintah untuk menekan dwelling time melalui pengoperasian KA relasi JICT – CDP. Langkah ekspansif lain yang dilakukan KALOG yaitu menyediakan layanan berbasis KA satu-satunya yang menghubungkan Semarang baik dari Jakarta dan Surabaya,” dia menguraikan.

Selain itu, KALOG telah melakukan investasi besar melakukan modernisasi dan mekanisasi stockpile dengan membangun rail method 'Gantry Crane' yang diintegrasikan dengan belt conveyor system dan 'Barge Loading Conveyor' (BLC). Cara ini guna mengoptimalkan aktivitas bongkar dari kereta api dan muat batubara ke tongkang. “BLC memiliki kapasitas 1.500 ton/jam, kegiatan loading batubara ke atas tongkang dapat dilakukan dalam waktu 5-6 jam yang sebelumnya memerlukan waktu sekitar 30 jam,” ujar Junaidi.

Kinerja baik perusahaan tidak lepas dari tim KALOG yang solid. Dalam rangka menghadapi tantangan di industri logistik, KALOG membekali beragam pelatihan untuk mendukung kinerja melalui peningkatan kompetensi SDM. Menurut Junaidi, dalam tiga tahun terakhir penambahan jumlah SDM berkisar 7-10%. Penambahan jumlah SDM yang tidak signifikan didasarkan pada pola kerja SDM yang efektif sehingga produktivitas tercapai dengan maksimal. SDM dituntut untuk memahami industri logistik serta update dengan perkembangannya.

Kunci sukses lain adalah selalu berpikir strategis dan jeli membaca peluang. Mengetahui kebutuhan pasar sangat diperlukan untuk dapat menyesuaikan layanan yang diberikan KALOG. “Kami akan mendekatkan layanan pada kawasan industri atau pabrik sehingga memudahkan bagi pelaku bisnis. Untuk angkutan layanan retail BHP Kurir, KALOG juga menyediakan jasa dooring atau pick-up sehingga akan memberikan nilai lebih,” tambahnya.

Nantinya, KALOG akan menjajaki jasa logistik untuk komoditi baru mereka seperti Logistik Gas (KA Gas), Logistik Rantai Berpendingin (KA Cold Chain), Logistik Otomotif, Logistik Limbah dan B3 (KA Limbah) dan proyek logistik lainnya.

 

Reportase: Herning Banirestu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)