Kemendag Gandeng Bukalapak Dorong UMKM Lakukan Ekspor

Kementerian Perdagangan dan Bukalapak menggelar lokakarya untuk para pelaku usaha. Lokakarya ini merupakan kelanjutan dari penandatanganan kerja sama peningkatan ekspor melalui platform niaga elektronik (niaga-el atau e-commerce) bagi 1.000 pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).

Tujuannya adalah memberikan pemahaman kepada pelaku usaha atau eksportir tentang peluang pasar ekspor ke Singapura, Malaysia, Taiwan, dan Hong Kong melalui platform niaga-el.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor RI, Marolop Nainggolan, menjelaskan , terobosan melalui platform Niaga-el untuk mendorong ekspor. “Melalui lokakarya ini, pelaku usaha dapat memperoleh informasi tentang produk dan pasar potensial di mancanegara yang dapat disasar dengan niaga-el," kata dia.

Lokakarya ini diikuti oleh 100 pelaku usaha di wilayah Jabodetabek. Lebih jauh, dia mengatakan, penjualan ritel secara bersamaan dan dalam jumlah yang besar akan berdampak pada peningkatan ekspor nasional.

"Pembekalan informasi peluang dan potensi ekspor dengan memanfaatkan niaga-el juga sangat diperlukan para pelaku usaha. Dengan demikian, para pelaku usaha dapat memperoleh pemahaman yang baru dan lebih luas tentang preferensi produk yang dibeli konsumen di negara setempat secara daring," kata dia menambahkan.

Di era digital saat ini, tranformasi belanja luring menuju daring mengubah sistem perdagangan global. Melihat peluang ini, Bukalapak meluncurkan fitur yang diberinama BukaGlobal untuk membantu pelaku usaha dalam mengekspor produknya.

“Pelaku usaha Indonesia sangat berpotensi masuk ke pasar Singapura karena dapat dimanfaatkan oleh UMKM untuk melakukan penjualan secara retail. Selain itu, para pelaku usaha juga memiliki kesempatan yang terbuka luas untuk melakukan tes pasar," jelas Marolop.

Untuk pasar Malaysia sendiri, para pelaku usaha harus memperhatikan harga, kegunaan/fungsi, dan citra produk itu sendiri. Adapun produk yang berpotensi untuk dipasarkan di Malaysia adalah fesyen, makanan, dan minuman.

Di Taiwan, produk yang berpotensi dipasarkan adalah makanan dan minuman, bumbu dapur, serta garmen (batik dan baju muslim). Selain ketiga negara tersebut, Hong Kong juga menjadi destinasi potensial ekspor, terutama untuk barang-barang seperti produk halal, makanan laut, dan minuman kemasan. Permintaan atas produk-produk tersebut meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini dikarenakan banyaknya wisatawan muslim dan pekerja asal Indonesia di Hong Kong.

"Para pelaku usaha Indonesia harus memanfaatkan platform niaga-el untuk mendorong ekspor ke negara tetangga dan harus cermat membuat produk yang diinginkan konsumen. Pelaku usaha Indonesia juga harus menjaga dan mengelola hubungan bisnis yang baik dengan pelaku usaha negara ekspor, antara lain merespons permintaan dengan cepat, menjaga kualitas dan konsistensi produk, serta memberikan jasa layanan pasca-pembelian (aftersales service)," ujarnya menutup pembicaraan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)