Kemendag Gencarkan Ekspor Produk Makanan Olahan ke Afrika Utara

Kementerian Perdagangan terus menggenjot komoditas ekspor produk makanan dan minuman di tengah wabah Covid-19. Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kasan menyebut bahwa kawasan kawasan Afrika Utara, khususnya Mesir, merupakan pasar yang menjanjikan bagi produk pangan olahan dari Indonesia.

"Saat ini kita melihat peluang makanan olahan menjadi alternatif pilihan yang dicari masyarakat karena dapat disimpan lebih lama dibandingkan pangan segar. Selain itu, masyarakat cenderung lebih memilih masak di rumah dan menyukai produk-produk yang bernutrisi, memenuhi keamanan pangan dan terjaga higienitasnya," ungkap dia.

Krisis kesehatan dunia yang terjadi sejak akhir tahun lalu ini sukses merubah pola perdagangan global. Selain itu, wabah ini juga meningkatkan biaya logistik, resesi global, dan menyebabkan mandegnya kerjasama perdagangan antar negara.

Sedangkan, dampak bagi perdagangan nasional adalah meningkatkan potensi inflasi barang pokok, akibat dari terganggunya logistik dan distribusi, perubahan pola konsumsi, dan pelemahan daya beli masyarakat. Untuk mengatasi kondisi ini, pemerintah menyusun beberapa strategi untuk meningkatkan ekspor makanan olahan Indonesia di pasar global.

Pertama, menentukan fokus pasar dan produk ekspor unggulan. Ada lima produk ekspor makanan olahan Indonesia terbesar ke Mesir pada 2019, yaitu saus, bumbu, dan rempah, olahan ikan tuna, sugar confectionary yang tidak mengandung kakao, dan olahan ikan sarden. Selain itu, produk makanan olahan Indonesia yang potensial di Mesir yaitu produk perikanan, food preparations, kopi, cokelat, biskuit dan makanan ringan.

Kedua, meningkatkan penetrasi pasar dengan melakukan penyelesaian perundingan dan hambatan perdagangan, serta penguatan promosi dagang dan branding. Peningkatan penetrasi pasar juga dilakukan melalui penyelenggaraan webinar, penjajakan kesepakatan dagang virtual, serta pendampingan ekspor selama pandemi.

Ketiga, memperkuat peran perwakilan perdagangan di luar negeri. Keempat, melakukan relaksasi ekspor dan impor untuk tujuan ekspor. "Kami berupaya untuk memberikan kontribusi dalam peningkatan ekspor, salah satunya dengan memfasilitasi kegiatan perdagangan,” ujarnya. Kasan melanjutkan, berbagai potensi pasar harus terus digali agar ekspor produk Indonesia, khususnya pangan olahan, dapat terus meningkat.

Di waktu yang sama, Country Manager Salim Wazaran Abu Alata Co. Ltd. Gunawan Hariyanto, menghimbau pera pelaku usaha untuk terus maju menembus pasar Mesir. “Kami bersedia membantu memberikan informasi dasar tentang pasar Mesir yang dapat digunakan sebagai acuan awal para pelaku usaha memulai bisnisnya di Mesir," kata Gunawan.

Gunawan juga menjelaskan perlu adanya legalitas produk dengan mendaftarkan brand terlebih dahulu di Mesir. Selanjutnya, diperlukan pengawasan dan pemantauan, salah satunya dengan memanfaatkan tenaga mahasiswa Indonesia di Mesir. “Sebagai salah satu negara tujuan wisata, Mesir memiliki fasilitas-fasilitas yang dapat membantu para pelaku usaha untuk memperluas bisnisnya,” kata dia.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)