Kemendikbud Siapkan 1.000 Video Pembelajaran Dosen

Kuliah daring masih akan berlanjut hingga semester depan, begitu yang disampaikan oleh Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nizam dalam bincang virtual, Rabu (24/06/2020).

“Tiga bulan kemarin kami bisa melakukan pembelajaran daring. Sekarang kami perbaiki sistem daring ini, apa saja yang masih kurang,” ujarnya.

Untuk itu, sejak pertengahan Juni lalu, Dirjen Dikti memberikan pelatihan gratis untuk dosen baik akademik dan vokasi untuk memaksimalkan pelaksanaan pembelajaran, terutama yang berkaitan dengan bagaimana mengefektifkan pengajaran agar bisa menghemat pulsa. Namun, Nizam menyebut, skripsi, tugas, dan penelitian prosesnya belum bisa secara daring.

“Hal-hal yang bisa daring, ya didorong ke daring. Praktikum pun kalau bisa demikian. Kalau tidak bisa, kami siapkan protokolnya,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto, mengatakan memang tidak semua pembelajaran vokasi bisa didaringkan. Ia mengatakan pelaksanaan perkuliahan pada semester depan akan mengedepankan teori baru praktikum di akhir.

“Pendekatannya adalah kuliah full daring, baru di akhir ada praktikum daring. Kalau masih tidak bisa daring, ya datang ke studio atau laboratorium dengan tetap menerapkan standar kesehatan yang ketat,” tegasnya. Bahkan lebih lanjut, untuk jurusan yang berhubungan dengan kesehatan bisa saja dibutuhkan rapid test saat praktikum. Semua itu dilakukan masih dalam lingkup kesehatan dan keamanan tapi juga tetap memperhatikan keberlanjutan pendidikan.  

Beberapa praktikum yang bisa dilakukan secara daring contohnya rekayasa perangkat lunak, teknik informatika, dan pemrogaman komputer.

“Kami sekarang sedang memacu pembuatan 1.000 pembelajaran praktik berbasis multimedia yang nanti akan diupload di platform dan bisa digunakan bersama oleh seluruh dosen untuk mengajarkan mata kuliah yang diampu,” jelas Wikan.

Sementara untuk magang, Wikan menyebut Kemendikbud tidak dalam posisi untuk melarang. Perusahaan yang bisa survive, tetap bisa menerima magang dengan catatan bisa memastikan bahwa situasi di perusahaan terkondisi dengan baik dan aman. Terlebih apabila kalau magang adalah syarat kelulusan dan peningkatan kompetensi.

Wikan juga menyarankan untuk magang perhotelan eksekusinya adalah dengan project mandiri lintas disiplin.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:
Kemendikbud

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)