Kemenhub Tekan Biaya Logistik di Sektor Perhubungan Laut

Pemerintah mengklaim telah melakukan
upaya untuk menekan biaya logistik di Indonesia sekaligus meningkatkan
kontribusi sektor perhubungan laut terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto
(PDB). Upaya pertama yang dilakukan melalui penyederhanaan regulasi kepelabuhanan
untuk memudahkah investor seperti deregulasi perizinan dan implementasi
perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission
(OSS).  Kebijakan tersebut telah berjalan
di 32 pelabuhan pada tahun 2019.

Menteri Perhubungan, Budi Karya
Sumadi mengatakan hal tersebut terlihat dari kenaikan volume ekspor dan impor barang
dalam kurun waktu 4 tahun terakhir. “Ini terlihat dari kenaikan volume ekspor
dan impor di 4 pelabuhan utama yakni, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan
Tanjung Perak, Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Makassar,” kata dia.

Kedua, adanya program tol laut. Pada
2019 ini, kementrian telah memiliki 20 trayek tol laut yang diharapkan dapat
mengurangi disparitas harga khususnya di wilayah timur Indonesia. Melalui
program tol laut tersebut, harga bahan pokok berhasil diturunkan sebanyak
20%-30%. Selain itu, pemerintah juga telah membangun 113 trayek angkutan perintis
pada tahun 2019, dan melakukan Public Service Obligation (PSO), atau subsidi
bagi kapal penumpang PT. Pelni sebanyak 26 kapal dan penyelenggaraan 6 kapal
angkutan ternak yang telah berjalan di 6 trayek.

Namun di sisi lain, sebagai negara
maritim terbesar yang 2/3 luas wilayahnya terdiri dari laut, kontribusi sektor
maritim terhadap perekonomian Indonesia masih rendah. Menurut data BPS 2018,
kontribusi sektor kelautan terhadap PDB nasional masih berada di bawah 15 %,
atau hanya sekitar 13,32%.

Namun, Menhub mengatakan, peluang
investasi di sektor perhubungan laut terbuka lebar karena Pemerintah tengah
mendorong pengembangan Kawasan pariwisata dengan membuka pelabuhan untuk
kapal-kapal wisata. “Tentunya peluang ini harus segera dimanfaatkan oleh perusahaan
pelayaran nasional khususnya anggota INSA, dengan menambah investasi baik
secara mandiri serta tidak menutup diri untuk bekerjasama dengan investor
asing, sehingga pelayaran nasional juga dapat menguasai pangsa wisatawan
internasional di destinasi pariwisata yang strategis tersebut,” kata Menhub.

Sebagai tambahan, pada tahun 2018, Indeks Performa Logistik atau Logistics Performance Index (LPI) Indonesia menempati posisi 46 dengan skor 3,15. Posisi ini naik dari peringkat sebelumnya pada tahun 2016, yaitu posisi ke-63 dengan skor 2,98. Peningkatan tersebut sejalan dengan peningkatan kualitas infrastruktur Indonesia yang juga mengalami kenaikan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)