Kemenkes Adopsi Model Kolaborasi Interprofesi Tim Pencerah Nusantara

Prof.Dr.dr.Nila Moeloek (Menkes RI) bersama mitra-mitra pembangunan lintas sektor yang berkolaborasi dalam melalui program Pencerah Nusantara

Transformasi layanan kesehatan harus didorong banyak pihak dan menjadi program berkelanjutan. Pencerah Nusantara, yang digagas Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) menjawab berbagai tantangan yang ada dalam Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di daerah terpencil. Dalam kerjanya, tim yang digerakkan para generasi muda ini melibatkan sektor swasta juga.

Sejak tahun 1951, berbagai kebijakan telah dikeluarkan oleh pemerintah untuk memastikan agar layanan kesehatan primer di seluruh Indonesia berjalan dengan kualitas yang baik, distribusi tenaga kesehatan yang merata, dan melibatkan profesional muda dari bidangnya masing-masing. Namun demikian, hingga tahun 2014, berbagai upaya tersebut belum dapat secara signifikan mengurangi ketimpangan pelayanan kesehatan primer di wilayah perkotaan dan perdesaan.

Di kuartal terakhir 2012, Kantor Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Millenium Development Goals melahirkan sebuah model intervensi berbasis tim bernama Pencerah Nusantara, untuk menjawab berbagai tantangan yang ada dalam Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di daerah terpencil; terutama dalam mengatasi kekurangan tenaga kesehatan dan pendampingan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan perilaku mencari layanan kesehatan (health seeking behavior).

Melalui keberlanjutan pengelolaan program Pencerah Nusantara oleh Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) sejak Desember 2014, masyarakat sipil maju dan mengambil peran lebih luas dalam upaya mencapai Sustainable Development Goals dengan gerakan-gerakan transformasi pelayanan kesehatan. Bersama tim tenaga kesehatan muda sebagai aktor utama Pencerah Nusantara, CISDI memperkuat sistem layanan kesehatan di daerah sebagaimana dimandatkan oleh Deklarasi Alma Ata.

Pelibatan kaum muda dalam setiap aktivitas yang dilakukan oleh CISDI sejak lahirnya Pencerah Nusantara hingga kini, memperkuat dasar pemikiran bahwa pelibatan kaum muda adalah akselerator terbaik untuk mencapai target pembangunan kesehatan.

Model kolaborasi tim interprofesi yang diterapkan Pencerah Nusantara membawa semangat perubahan dalam upaya pemerataan pembangunan kesehatan. Setelah keberhasilan pada tiga tahun pertama implementasi, perubahan yang terjadi dari model ini memperoleh pengakuan dari pemerintah. Di tahun 2015, Kementerian Kesehatan mengadopsi dan melakukan scale-upterhadap intervensi kesehatan berbasis tim menjadi program skala nasional Nusantara Sehat.

Menurut Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Moeloek, SpM(K), penugasan khusus berbasis tim menjadi pendekatan baru yang bisa membantu efektivitas pelayanan kesehatan di daerah terpencil. “Model kolaborasi tim interprofesi yang dilaksanakan Pencerah Nusantara menginspirasi Kementerian Kesehatan untuk mengadopsi dan menerapkannya dalam program skala nasional melalui Nusantara Sehat. Proses ini akan sulit terjadi, jika pemerintah daerah tidak terbuka terhadap kolaborasi. Padahal, kolaborasi tim interprofesi melahirkan berbagai sudut pandang yang mempermudah penyelesaian masalah dan pendekatan ke masyarakat, untuk mengajak masyarakat menganut paradigma sehat,” jelasnya.

Hal yang sama turut disampaikan Diah Saminarsih, Pendiri CISDI sekaligus Penasihat Senior Bidang Gender dan Pemuda untuk Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). “Kolaborasi antara pemerintah dengan lembaga non-pemerintah melalui adaptasi model implementatif yang dilakukan Indonesia, adalah salah satu pencapaian terbesar tingkat nasional di bidang kesehatan. Hal ini menjadi terobosan baru dalam kolaborasi, yang sebenarnya perlu dibagi agar diterapkan oleh negara lain dalam upaya dunia untuk menyelamatkan hidup 3 milyar orang lagi sesuai dengan mandat General Programme of Work (GPW) ke 13,” ujaenya. Melalui GPW, Organisasi Kesehatan Dunia menggambarkan garis besar target perubahan serta kerangka kerjanya selama 5 tahun ke depan

Tujuh tahun berlalu sejak awal perjalanannya, kepulangan tim Pencerah Nusantara Angkatan 6 menandakan masa berakhirnya Cohort II Pencerah Nusantara. Terdapat 222 tenaga kesehatan muda yang ditempatkan di 16 kabupaten untuk melakukan intervensi penguatan manajemen puskesmas, advokasi dan sosialisasi terkait kesehatan ibu dan anak, memastikan kecukupan gizi, serta melakukan pembinaan untuk membangun kemitraan lintas sektor yang lebih kuat di wilayah penempatan.

Upaya-upaya yang dilakukan oleh tim Pencerah Nusantara telah memberikan dampak bagi 130 desa dengan total 262 ribu penduduk. Hasil pemantauan dan evaluasi yang dilakukan secara komprehensif selama enam tahun implementasi, menunjukkan bahwa Pencerah Nusantara telah memberi dampak langsung pada peningkatan mutu layanan, akuntabilitas pencapaian program,dan kerja sama lintas sektor di daerah intervensi. H. Tuwuh, SAP., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, mengamini kolaborasi pemerintah daerah Sumbawa Barat dan Pencerah Nusantara adalah sebuah praktik cerdas yang perlu dilanjutkan.

“Pencerah Nusantara, memang penggerak utamanya dari anak muda semua. Tetapi setelah berkolaborasi bersama, saya harus akui bahwa tim Pencerah Nusantara penuh dengan inovasi yang belum terpikirkan oleh pemerintah daerah selama ini. Kolaborasi seperti ini yang sangat membantu kami menjawab tantangan-tantangan sosial, dalam hal ini, tantangan kesehatan,” demikian komentar H. Tuwuh, SAP.

Kegiatan paparan publik (public expose) Pencerah Nusantara yang dilaksanakan pada 17 Juli 2019, menjadi sarana untuk berdiskusi antara pemangku kepentingan dengan praktisi kesehatan, mengenai opsi-opsi perbaikan dalam upaya membangun layanan kesehatan primer yang berkualitas dan terjangkau untuk semua.

Menghadirkan lebih dari 200 aktor pembangunan dari agenda sektor, agenda ini secara resmi menutup masa bakti Pencerah Nusantara. Nilai-nilai, semangat , serta pendekatan yang dianut oleh program ini, akan ditransformasikan dalam bentuk baru yang diharapkan mampu berkontribusi lebih banyak dalam pembangunan kesehatan di Indonesia.

Melalui kegiatan Public Expose, CISDI memberikan apresiasi kepada mitra-mitra yang telah mendukung berjalannya program Pencerah Nusantara. CISDI mengundang seluruh mitra pendukung Pencerah Nusantara selama 6 tahun pelaksanaannya: Mitra Pemerintah Kabupaten Sikakap, Karawang, Pasuruan, Ende, Berau, Toli-toli, Sigi, Aceh Selatan, Muara Enim, Cirebon, Grobogan, Pasangkayu, Gunung Mas, Sumbawa Barat, dan Sorong ; mitra Media Kumparan dan Liputan6.com; mitra akademisi Universitas Indonesia dan ; serta mitra swasta Nutrifood dan General-Electric (GE) Foundation.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)