Kemenparekraf Gandeng Oyo Mendigitalisasi Desa Wisata

Perubahan perilaku wisatawan menjadi lebih bersahabat dengan alam dan masyarakat lokal, membuat pemerintah berfokus untuk mengembangkan Desa Wisata di Indonesia. Salah satu strategi yang digunakan untuk mempercepat pengembangan Desa Wisata adalah melalui digitalisasi.

Melihat peluang itu, pemerintah berkolaborasi dengan industri pariwisata untuk mengoptimalkan strategi tersebut. Salah satu platform yang digandeng adalah Oyo, startup yang bergerak di bidang perhotelan. “Mari kita bersama-sama mendigitalisasi sebagai bagian dari transformasi dan promosi destinasi pariwisata,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno dalam konferensi pers yang dilakukan secara virtual siang tadi (02/03/2021).

Sandiaga mengatakan, pihaknya ingin memperkuat distinasi wisata dengan memanfaatkan teknologi digital. Bukan hanya menjual secara online, tetapi juga mempromosikan, dan menghadirkan konten-konten kreatif.

Melalui ftur CHSE Oyo diharapkan dapat memberikan preferensi kepada wisatawan.“Mari kita buka peluang usaha baru untuk ekonomi kreatif dan mempercepat kemajuan kemandirian desa,” ujarnya menambahkan. Sebelumnya, Kemparekraf menargetkan 244 desa wisata maju mandiri yang tersertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan di 2024. Tetapi, dengan bantuan teknologi, kementeriannya percaya diri menargetkan 3.000 desa menjadi peserta Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Di sisi lain, Agus Hartono Wijaya, Country Head Oyo Hotels and Homes Indonesia, menjabarkan bahwa di masa pemulihan ekonomi ini, digitalisasi semakin dominan di masyarakat. Selain itu, preferensi konsumen juga telah beralih ke wisata alam dan lokal. “Berbekal kemampuan teknologi dan jangkauan pasar, kami optimistis kolaborasi ini mampu mempercepat pengembangan Desa Wisata yang memiliki konsep pariwisata unik,” kata dia.

Di India, program inisiatif serupa dengan Desa Wisata juga telah menjadi fokus pemerintah dan potensi pengembangannya sangat bagus. Oyo juga telah bekerja sama dengan Pemerintah Jammu dan Kashmir untuk meluncurkan program skala nasional dalam program ‘Crown of Incredible India’. Dalam program tersebut, Oyo membuka 75 homestay di desa untuk mempromosikan kewirausahaan dan menciptakan peluang wirausaha.

“Kami percaya pengembangan Desa Wisata di Indonesia akan menjadi strategi yang tepat dalam mendukung pemulihan pariwisata nasional dan perekonomian masyarakat setempat,” kata Rohit Kapoor, CEO Oyo India & South-East Asia menutup pembicaraan.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)