Kemenperin Gandeng Dusdusan Hadapi Industri 4.0

Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian RI menggandeng Dusdusan, platform reseller, untuk mengembangkan pasar industri kecil dan menengah berbasis ekonomi digital.

Christian Kustedi, Co-founder Dusdusan.com, mengatakan pihaknya mendukung pemerintah dalam pengembangan dan perluasan pasar IKM berbasis ekonomi digital. Oleh karena itu pihaknya akan memberikan kesempatan bagi IKM agar dapat mempromosikan produk-produknya di Dusdusan. “Kerja sama ini kami harap dapat menjadi solusi untuk meningkatkan laju pertumbuhan pasar IKM di Indonesia”, ujarnya.

Nantinya, Dusdusan  akan diplot untuk melakukan pendampingan kegiatan pelatihan berbasis digital yang diselenggarakan Ditjen IKM. Hal itu ditujukan sebagai sarana pembekalan bagi IKM dalam menghadapi era industri 4.0. “Kami akan memberikan pendampingan mengenai strategi pemasaran untuk para IKM agar mereka lebih matang dalam segi pemasaran produk berbasis digital. Terlebih, era industri 4.0 merupakan sebuah peluang untuk dapat memperluas pasar produk-produk IKM,” Christian menambahkan.

Sementara itu, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto dalam sambutannya,mengatakan,sebanyak 4 juta unit usaha IKM tidak luput dari era revolusi industri 4.0. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya pemberdayaan IKM melalui pemanfaatan teknologi tersebut. “Salah satu upaya pemberdayaan IKM tertuang dalam program e-smart IKM, yang mempertemukan IKM dengan marketplace untuk memperluas akses pasar. Sehingga, produk IKM dalam negeri dapat dijual offline dan online serta dapat membanjiri e-commerce Indonesia,” kata Airlangga.

Saat ini, Kemenperin berupaya untuk mendongkrak pertumbuhan IKM nasional di atas 10%. Target tersebut naik dibanding capaian kinerja IKM pada 2017 yang diprediksi berada di kisaran 9%. Merujuk Kemenperin, kontribusi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah terhadap produk domestik bruto meningkat dari 57,84% menjadi 60,34% dalam lima tahun terakhir. Sementara, serapan tenaga kerja pada sektor ini juga meningkat, dari 96,99% menjadi 97,22% pada periode yang sama.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)