Kemenristekdikti Dorong Lahirnya Inovasi-inovasi Baru

Di tengah kemajuan teknologi seperti sekarang, inovasi menjadi tuntutan kehidupan. Melalui inovasi, pada gilirannya akan berguna bagi kepentingan masyarakat. Namun, sampai saat ini inovasi masih terpusat di kota-kota besar, khususnya Jakarta. Nah, agar inovasi merata di seluruh wilayah Indonesia, Pemerintah melalui Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mendorong pengembangan inovasi ke daerah-daerah.

(kanan) Direktur Jenderal Penguatan Inovasi, Kementerian Riset Teknolgi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Jumain Appe (kanan) Direktur Jenderal Penguatan Inovasi, Kementerian Riset Teknolgi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Jumain Appe

Untuk mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru, kata Jumain Appe, Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, pemerintah harus melakukan beberapa hal. Pertama, melihat kebijakan-kebijakan yang ada, lalu diharmonisasikan agar saling mendukung. Kedua, bagaimana kemampuan-kemampuan yang ada dijadikan akumulasi untuk memperkuat semua lini, baik dari segi sumber daya manusianya atau fasilitasnya. Jika kebijakan kementerian atau lembaga lain tidak mendukungnya, maka produk itu tidak akan jalan. Ketiga, memberikan insentif fiskal atau non fiskal untuk hasil inovasi yang belum diterapkn di industri.

Tidak bisa dipungkiri, banyak inovasi produk di kalangan lembaga pemerintah yang mandeg di tengah jalan. Jumain mencontohkan, proyek pembuatan mobil nasional yang tidak ada kelanjutannya itu akibat tidak ada harmonisasi kebijakan-kebijakan yang terkait. Selain itu, swasembada daging sapi masih sulit dilakukan karena beberapa pihak tidak mendukung.

Sementara itu, contoh insentif bagi inovasi, lanjut Juain, jika ada industri yang mau mengembangkan teknologi yang dihasilkan inovator akan dikurangi pajaknya dua kali lipat. Selain itu, untuk membiayai riset, akan dibiayai dari Kemenristekdikti. Demikian hallnya, apabila membutuhkan fasilitas untuk melakukan testing, akan diminta kepada lembaga-lembaga riset yang telah memiliki laboratorium untuk melakukan riset.

Dalam perkembangannya, diakui Jumain, mendorong inovasi tidaklah semulus jalan tol. Maklum, masih ada ego sektoral di kementerian maupun lembaga dalam pengembangan produk inovasi. Akibatnya, berbagai program yang dijalankan oleh pemerintah tidak berjalan dengan baik.

“Memang betul, untuk program bagus, tapi begitu implementasi nol. Sebab, masing-masing lembaga punya kepentingan, apalagi kalau menyangkut uang atau bisnis. Padahal, ini harus disatukan untuk menghasilakn program inovasi nasional yang bermanfaat bagi masyarakat,” Jumain menegaskan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)