Kemenristekdikti Dorong Pertumbuhan Startup Lewat I3E 2019

Mohamad Nasir, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti)

Pesatnya perubahan yang terjadi akibat revolusi 4.0 membuat kesiapan Indonesia untuk menghadapinya tidak boleh ditunda. Salah satu faktor utama untuk menunjang hal tersebut adalah ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta inovasi.

Sehubungan dengan hal itu, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) berusaha memperkuat sistem inovasi untuk mendorong produktivitas industri dan meningkatkan perusahaan pemula berbasis teknologi (startup).

"Kemristekdikti sejak tahun 2015 telah melaksanakan program pengembangan wirausaha rintisan berbasis teknologi dan hasil Lemlitbang yang dimanfaatkan industri. Lima tahun terakhir ini, Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kemristekdikti sudah melakukan pembinaan dan pengembangan startup teknologi yang berasal dari perguruan tinggi, lembaga penelitian dan pengembangan, industri, serta masyarakat umum," ujar Mohamad Nasir, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Salah satu program tersebut adalah pameran Inovator Inovasi Indonesia Expo (I3E) 2019 dengan tema “Startup Teknologi dan Inovasi Industri Meningkatkan Daya Saing Bangsa”. Menurut Nasir, hadir sebanyak 404 produk dan inovasi, yang terdiri dari 249 produk dari program pendanaan PPBT, 132 dari program CPPBT, dan 23 dari pendanaan inovasi industri karya anak negeri. Penyelenggara menargetkan 36 ribu pengunjung untuk hadir dalam acara ini.

"Riset yang hanya selama ini berhenti di perpustakaan. Kalau berhenti di perpustakaan, biasanya riset itu akan disimpan dan dianggap barang yang tidak bisa disentuh semua orang. Ilmu tidak berkembang karena itu, ini harus kita kembangkan semua, bagaimana menghilirisaisikan itu. Bila kita bandingkan dengan negara lain, misalnya Iran, negara yang pengembangannya dibantu AS tapi inovasi/startupnya mulai 2004-2014 menghasilkan 1.000 startup," kata Menristek.

Sementara itu, pada periode yang sama, Indonesia hanya melahirkan belasan saja startup per tahunnya. Kemudian pada periode 2015-2019 perkembangannya melejit menjadi 1307 startup dalam 5 tahun tersebut.

Angka itu merupakan potensi besar bagi Indonesia. Perhelatan ini diharapkan dapat meningkatkan angka tersebut dengan menjembatani kebutuhan masyarakat untuk membuka akses teknologi serta dapat lebih memahami perkembangan teknologi di tengah situasi dan kondisi lingkungan usaha yang semakin dinamis dan kompetitif.

Selain itu, perhelatan I3E 2019 ini merupakan upaya untuk memperkenalkan serta menanamkan kecintaan teknologi dari perusahaan-perusahaan rintisan inovatif di masyarakat yang dapat dijadikan bahan komoditas yang layak dan laku di jual dan dari hasil-hasil lembaga Litbang dalam negeri yang sudah di manfaatkan di industri.

Terdapat beberapa konten acara dalam I3E 2019. Pertama, seminar bisnis dan teknologi yang menghadirkan narasumber dari para pelaku start up yang sukses untuk dapat berbagi pengalaman dengan pelaku yang sedang merintis. Kedua, talkshow dengan orang-orang di kalangan bisnis, pemerintah, dan perusahaan pembiayaan.

Ketiga, business coaching. Keempat, kompetisi ide dan konsep inovasi teknologi. Kelima, speed dating, yakni kegiataan yang memfasilitasi sebuah moment pertemuan antara para investor atau pelaku pembiayaan dengan para start up dimana diharapkan tentunya para investor tersebut dapat melakukan bisnis meeting dengan para startup.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)