Keramik Milan Glossy Anti Slip Peduli Lingkungan

Marketing Manager Milan Tiles, Susan Anindita

PT Saranagriya Lestari Keramik melansir keramik dengan permukaan mengilap (glossy) yang dilengkapi dengan fitur iCare Ceramic System untuk keramik dinding Habitat.

Habitat adalah keramik dinding dan lantai dari Milan tiles yang ditujukan untuk pasar menengah ke atas. Selain itu, ada Habitat Gress yang disebut juga porcelain tile. Keduanya menyasar pasar menengah ke atas. Sementara untuk pasar menengah ditawarkan keramik Milan.

Marketing Manager Milan Tiles, Susan Anindita, mengatakan, inovasi itu merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan. Fitur teknologi itu melapisi permukaan keramik, menutup permukaan yang tidak rata dan pori-porinya, sehingga kotoran tidak bisa meresap ke dalam tegel keramik dan mudah dibersihkan.

“Kotoran akan seperti air di daun talas, tidak menempel di permukaan keramik. Jadi, sangat mudah dibersihkan tanpa harus menggunakan deterjen atau bahan kimia lain, cukup dengan air atau lap basah. Jadi, ramah lingkungan,” katanya di Jakarta (18/10/2018).

Ia menambahkan, pembersihan dengan bahan kimia sebenarnya tidak dianjurkan karena lama-lama bisa merusak tampilan keramik. Fitur iCare Ceramic System itu, jelas Susan, juga mencegah menempelnya bakteri dan kalsium karbonat yang ditinggalkan sabun yang menyebabkan permukaan keramik jadi kusam.

“Jadi, penggunaan keramik Habitat dengan fitur baru ini membuat habitat (lingkungan) kita lebih bersih dan sehat,” ujarnya. Milan juga memperkenalkan seri keramik Habitat untuk pelapis lantai glossy yang dilengkapi fitur anti slip bernama Alpha series. Ditambah dengan fitur monocalibre pada semua produk Habitat Gress dan Habitat, membuat keramik lebih presisi, bebas window frame atau area putih di sekeliling tegel keramik, dan pemasangannya rapi.

Susan menyebutkan, produksi keramik Milan sudah mengadopsi teknologi digital printing yang membuat tampilan gambar di permukaan tegel lebih bagus (resolusi tinggi), dan bisa menciptakan berbagai macam tekstur mulai dari yang halus sampai relief berukuran mikro.

Milan Tiles memiliki jumlah motif dari 600 varian untuk desainer interior, arsitek dan design enthusiast. Sedangkan inovasi dari segi material, menjadikan Milan Tiles mengedepankan fitur kekuatan, ketepatan ukuran, kerapihan, dan keindahan keramik.

Tahun ini, Milan Tiles memperkenalkan tiga efek spesial yang ada di koleksi Habitat Gress, yaitu peral effect (efek kilau mutiara di atas keramik satin, Tinkerbell effect (efek serbuk berkilauan untuk menambah dimensi pada keramik), dan glam effect (efek yang memberikan hasil akhir glamor dan mewah.

PMK BMTP Ubin dan Keramik

Pelaku usaha di industri keramik menyambut baik terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 119/PMK.010/2018 tentang Pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan ( BMTP ) Terhadap Impor Barang Ubin Keramik, pada 19 September 2018 lalu. Dengan adanya PMK ini memperlebar ruang produsen keramik dalam negeri untuk bisa menggenjot penjualannya.

Susan, mengatakan produsen keramik dalam negeri diuntungkan dengan aturan yang mengacu pada Surat Keputusan Menteri Perdagangan No.973/M-DAG/SD/8/2018 tersebut. Menurutnya ruang bagi produk impor keramik yang selama ini membanjiri pasar secara perlahan dapat ditekan. Hal ini diyakini akan mampu meningkatkan pangsa pasar bagi produsen lokal seperti PT Saranagriya Lestari Keramik yang memproduksi Milan Keramik. "Ini membantu, ini salah satu cara untuk bisa membatasi barang impor masuk ke Indonesia," ujarnya.

Dalam ketentuan itu, tarif BMTP yang dikenakan yaitu Periode tahun pertama mulai 12 Oktober 2018 - 11 Oktober 2019) sebesar 23 persen. Kemudian untuk periode tahun kedua yaitu 12 Oktober 2019 - 11 Oktober 2020 sebesar 21 persen. Dan untuk periode tahun ketiga yaitu 12 Oktober 2020 - 11 Oktober 2021 sebesar 19 persen.

Penerapan BMTP ini diberlakukan terhadap produk ubin keramik dengan uraian barang ubin dan paving, ubin perapian, dan ubin dinding dari keramik, selain dari barang subpos 6907.30 dan 6907.40, yang area permukaan terluasnya dapat menutupi bujur sangkar dengan sisi 7 cm atau lebih yang termasuk dalam pos tarif.

Meski menyambut baik, namun Susan menyatakan hal itu tidak cukup untuk dapat serta merta mengatasi persoalan membanjirnya produk keramik impor. Menurutnya diperlukan upaya lanjutan dan bauran kebijakan pemerintah untuk mendorong industri keramik dalam negeri lebih berkembang. "Ini hanya salah satu aja tapi kalau harga gas tidak di-support pemerintah ya jatuhnya sama juga. Poinnya kita ingin jadi tuan rumah di negara sendiri. Ini (PMK) membantu tapi belum bisa maksimal 100 persen," kata Susan.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)