Kesiapan Bio Farma di Masa Depan Lewat Lifescience

Lifescience akan segera menjadi era baru setelah masuknya penetrasi digital dan teknologi.

Hal itu diyakini oleh industri bio teknologi untuk lebih maju lagi menciptakan inovasi terbaru terkait dengan lifescience. Pengembangan berbasis lifescience memberikan kesempatan mewujudkan sebuah penemuan bersejarah untuk umat manusia.

PT Bio Farma (Persero) menjadi salah satu perusahaan BUMN di bidang bioteknologi yang telah 127 tahun meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Tindakan preventif melalui vaksinasi dan antisera yang Bio Farma ciptakan memberikan persiapan untuk generasi yang sehat dan produktif di masa depan. Bio Farma mampu menghadapi bioeconomy dengan pengembangan bisnis mereka untuk senantiasa berinovasi dalam memproduksi vaksinisasi yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Indonesia begitu potensial masuk sebagai industri lifescience sendiri dengan adanya beberapa perusahaan yang bergerak dalam bidang biopharmaceutical, vaksin, herbal, dan chemical. Hal ini di dukung dengan Inpres No. 6 Tahun 2016 tentang percepatan pengembangan biofarmasetikal, termasuk penguasaan teknologi dan inovasi bidang farmasi dan alat kesehatan. “Bio Farma akan bertransformasi untuk tidak hanya menghasilkan produk vaksinasi saja, namun juga untuk produk yang berbasis lifescience. Kedepan selain vaksinasi serum juga akan mengembangkan diagnostik, produk turunan darah, Biosimilar akan menjadi produk tulang punggung Bio Farma,” ujar Plt. Direktur Utama Bio Farma, Juliman pada Diskusi Bio Farma bersama Pemimpin Redaksi Media di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel (29/7).

Bergerak di bidang kesehatan secara berkelanjutan, Bio Farma wujudkan dengan melakukan pengembangan produk lifescience dalam produk pipeline-nya, salah satunya Erytopoetin (EPO) generasi kedua dan Diabetes Melitus Diagnostik Kit. Semuanya dalam tahap penelitian dan akan siap diluncurkan dalam kedepannya. “Percepatan ke arah lifescience juga untuk mewujudkan kemandirian industri farmasi dalam pengembangan produk, bahan baku, vaksin, bioteknologi dan alat kesehatan dengan penguasaan teknologi sebagai faktor penentu,” ujar Juliman. Penguasaan teknologi ini diwujudkan dengan transfer teknologi dengan negara-negara maju. Diharapkan produk-produk lifescience Bio Farma dapat bersaing dengan produk lainnya dari negara maju.

Produk-produk lifescience yang Bio Farma kembangkan sejalan dengan Program Nawacita Pemerintah. “Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Bio Farma menjadi satu-satunya perusahaan vaksin dan biopharmaceutical di Indonesia. Menuju bioeconomy tahun 2030, Bio Farma senantiasa mengembangkan lifescience industry,” ungkap Direktur Pemasaran Bio Farma, M. Rahman Rustan. Bio Farma juga melakukan sinergi dengan berbagai universitas untuk mendapatkan produk terbaru berbasis riset yang bisa di kembangkan lebih lanjut untuk kesehatan masyarakat.

Bio Farma bertujuan untuk dedicated to improve quality of life untuk masyarakat Indonesia dan dunia internasional. Tercatat 132 negara telah mendapatkan suplai vaksin dari Bio Farma, khususnya negara-negara Islam. Bio Farma juga senantiasa menjalin kolaborasi untuk kemandirian nasional terkait dengan produksi berbasis vaksin dan biopharmaceutical di Indonesia.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)