Ketidakpastian Ekonomi Picu Turunnya Optimisme Bisnis Global

Meskipun optimisme menurun, 65% pelaku bisnis di Indonesia melaporkan kenaikan revenue lebih dari 5% sepanjang tahun 2018

Grant Thornton merilis laporan International Business Report (IBR) untuk semester II 2018, hasil cukup mengejutkan terlihat dari optimisme pelaku bisnis Indonesia yang turun dibandingkan periode laporan sebelumnya.
Grant Thornton mengungkapkan optimisme bisnis pelaku bisnis Indonesia berada di level 61% atau turun 38% dari kuartal II 2018 dimana sebelumnya Indonesia berhasil menduduki ranking teratas secara global.

Ketidakpastian ekonomi global menjadi faktor yang turut menyumbang turunnya optimisme bisnis. Penurunan optimisme ini sejalan dengan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal IV 2018 lalu. Johanna Gani, Managing Partner, Grant Thornton Indonesia, mengatakan, meskipun optimisme pelaku bisnis Indonesia turun, tapi secara umum iklim bisnis masih cukup kondusif. Survei itu mencatat 65% pelaku bisnis di Indonesia melaporkan kenaikan revenue lebih dari 5% sepanjang tahun 2018 .

Tidak hanya di Indonesia, penurunan optimisme bisnis juga dirasakan serentak secara global, tercatat optimisme pelaku bisnis global sekarang berada di 39%, level tersebut turun signifikan sebanyak 15 poin dari 54% di kuartal II 2018 dan merupakan rekor terendah sejak kuartal IV 2016. Optimisme bisnis di ASEAN tercatat masih di bawah Indonesia yaitu berada di level 42% atau turun dari periode laporan sebelumnya yang mampu mencapai level 64%.

Ketidakpastian ekonomi diidentifikasi para pemimpin bisnis sebagai faktor pendorong terbesar, berada di angka 50% atau naik 22 poin dari kuartal II 2018. Kenaikan ini antara lain disebabkan oleh ketegangan geopolitik seperti perang dagang Amerika Serikat - Tiongkok dan meningkatnya sentimen populis di sebagian besar negara ekonomi Barat seperti Italia dan Spanyol.

Terlepas dari prospek global yang terlihat muram dan perlambatan pertumbuhan PDB di sebagian besar negara maju, negara-negara ekonomi berkembang di Asia Pasifik dan Amerika Latin menunjukkan proyeksi pendapatan pelaku bisnis masih terhitung stabil dibandingkan periode sebelumnya. Hal tersebut mencerminkan peningkatan integrasi ekonomi regional dan kolaborasi bisnis yang lebih efektif antar negara-negara Asia Tenggara, selain mulai berkurangnya ketergantungan perdagangan pada Tiongkok yang perlambatan ekonominya mulai terasa.

David Peneycad, Global LeaderĀ Grant Thornton International, mengatakan, kendati pasar keuangan global bergejolak, para pemimpin bisnis tetap optimistis. Sebab, PDB global diperkirakan akan terus tumbuh dan bisnis mereka akan ikut tumbuh bersama. Risiko tetap ada, namun fundamental ekonomi masih tetap kuat dan masih terbuka berbagai peluang bisnis.

Secara umum di saat ketidakpastian ekonomi, peningkatan investasi bukan menjadi pilihan favorit para pelaku bisnis yang cenderung secara signifikan mengurangi atau bahkan menghentikan investasi. Namun inilah saat yang tepat bagi investasi untuk meningkatkan kemampuan dan infrastruktur pendukung hingga saat kondisi ekonomi membaik, pelaku bisnis yang bijak akan mampu bereaksi cepat untuk memanfaatkan momentum dan mengambil keuntungan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)