Khong Guan Group Kuasai 30% Pasar Biskuit

Khong GuanPemain utama bisnis biskuit, Group Khong Guan terus memperlebar pasarnya biskuitnya dengan berbagai strategi. Group ini menggunakan pstrategi multibrand untuk memperkuat penguasaan pasarnya di bisnis biskuit. Selain dengan merek Khong Guan sebagai flagship brand, juga mengandalkan merek Monde, Nissin dan Serena, dengan mengusung segmentasi yang berbeda-beda.

Merek Khong Guan, merek pertama yang diluncurkan group itu, sejak 1970, disasarkan untuk kelas menengah-bawah. Lalu merek Monde, diluncurkan tahun 1983, menubruk pasar menengah-atas, lalu merek Nissin (mulai luncur 1975) pasarnya menyasar segmen antara Khong Guan dan Monde. Sedangkan Serena yang dipasarkan sejak 1991, sengaja diciptakan hanya sebagai fighting brand yang bisa masuk ke segala segmentasi market, dengan tujuan untuk memecah konsentrasi kompetitor.

Selama ini pasar Group di Indonesia sudah tersebar dari Sabang sampai Merauke. "Komposisinya, 60 % Jawa Bali, 20% Sumatera dan 20% Kalimantan dan Indonesia Timur," ungkap Mochammad Reza, Marketing Manager, PT Khong Guan Biscuit Factory Indonesia Ltd.

Yang menarik, Khong Guan Group juga aktif menggarap pasar ekspor. "Khusus ekspor kita menggunakan brand Serena, " ungkap Reza. Untuk pasar ekspor, Serena sudah masuk ke pasar benua Amerika (USA, Mexico, dll), Asia (utamanya ke Korea Selatan, China, Malaysia, Vietnam, Thailand, dll), Middle East (Saudi Arabia, Yaman, dll), Afrika (Nigeria, Ghana, dll). "Tahun ini kami mau mencoba masuk pasar Eropa," katanya.

Reza menjelaskan, per tahun growth penjualan Khong Guan Group rata-rata 10-15% (termasuk tahun 2015 dan 2016). Meski dua tahun terakhir secara ekonomi makro kondisi kurang bagus namun Khong Guan Group masih bisa mencatat pertumbuhan dua digit. Menurutnya, market share Khong Guan Group di Indonesia sebesar 28-30 % dari total pasar biskuit di Indonesia (Nielsen)

Ia melihat market size biskuit di Indonesia dan prospeknya sangat baik. Dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa dan pertumbuhan kelas menengah di Indonesia yang begitu besar -- 50%-nya adalah usia produktif, sungguh merupakan prospek yang sangat besar. PDB per kapita Indonesia sudah mencapai US$ 3.500, melampaui negara pesaing di ASEAN seperti Filipina dan Vietnam.

Jumlah rumah tangga di Indonesia dengan anggaran belanja tahunan US$ 5.000-US$ 15.000 diperkirakan akan meluas dari 36% pada saat ini menjadi 58% pada 2020. "Lebih dari 60 juta penduduk berpenghasilan rendah diproyeksikan akan bergabung dengan kelas menengah pada dekade mendatang, dan mendorong permintaan konsumen semakin kuat. Biskuit merupakan makananan pendamping makanan pokok, bahkan kadang dijadikan substitusi membuat bisnis ini tidak pernah tergantikan," ujar Reza optimis.

Khong Guan Group saat ini memiliki varian biskuit lebih dari 500 SKU, mewakili semua kategori biskuit. Khong Ghuan juga membuat berbagai varian rasa sebagai bentuk inovasi produk. Mulai dari Malkist Crackers dengan taburan abon sapi, abon ayam, rumput laut, dan kelapa (pertama di kelasnya), Superco (Malkist manis dengan Cream Chocolate) Saltcheese Combo (perpaduan antara Crackers dan Wafer). "Yang terbaru adalah Serena Cheese Cookies, pengembangan dari Monde Butter Cookies," katanya.

Untuk strategi pemasaran, "kita selalu mengikuti trend pemasaran, baik ATL maupun BTL, termasuk digital marketing. Hanya saja, saat ini Khong Guan lebih mengedepankan Public Relations dan CSR. Contohnya, saat ulang tahun Khong Guan yang ke 45 tahun, kami mengadakan undian berhadiah mobil, umroh dan emas sebagai apresiasi kepada pelanggan Khong Guan. Kami juga membagikan Khong Guan kaleng merah kepada 1000 penjual bubur dan ketoprak," jelas Reza. (Anastasia Anggoro Sukmonowati)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)