Kibar dan Google Luncurkan Akselerator Startup Digitaraya

Yansen Kamto, Chief Executive Kibar

Kibar dan Google Developers Launchpad bekerja sama meluncurkan Digitaraya di Menara by Kibar, Jakarta, pada 14 Mei. Digitaraya adalah akselerator startup tahap lanjutan dari rangkaian inisiatif yang dibangun Kibar sejak 2012.

Inisiatif yang telah dilakukan Kibar di antaranya investasi di berbagai perusahaan yang menggabungkan model bisnis berkelanjutan serta menciptakan solusi yang berdampak nyata.

Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara, menuturkan, “Selama ini Kibar telah menjadi mitra utama dan strategis, tidak hanya bagi Kementerian Kominfo, tapi juga bagi negara. Oleh sebab itu, Kominfo siap mendukung Digitaraya dalam upayanya untuk terus memperkuat pengembangan ekonomi digital di Indonesia.”

Dalam kesempatan tersebut, Yansen Kamto, Chief Executive Kibar, menjelaskan, Kibar merupakan perusahaan yang memiliki satu misi, yaitu fokus memperkuat creator, innovator, dan entrepreneur generasi selanjutnya melalui distribusi kesempatan dan membuat solusi yang bermakna bagi masyarakat. Sejak awal berdiri, Kibar telah berinvestasi di 10 kota, karena tidak ingin hanya melihat Jakarta yang berkembang para startup-nya, tapi juga kota-kota lain di Indonesia.

Pada tahun 2014, Kibar turut menginisiasi berdirinya Innovative Academy, sebuah joint venture inkubator teknologi bersama Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Kemudian, tahun 2015 Kibar bekerjasama dengan pemerintah Kota Surabaya mulai menjalankan Start Surabaya, sebuah inkubator teknologi tingkat kota pertama di Indonesia.

Tidak berhenti di situ. Pada tahun selanjutnya, Kibar menginisiasi Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital yang didukung oleh Kominfo. Gerakan tersebut memiliki misi menciptakan 1.000 startup berkualitas pada tahun 2020 lewat mentoring dan berbagai program pembangunan kapasitas. “Kami diajak pergi ke Sillicon Valley bersama Presiden Jokowi oleh Pak Rudiantara. Setelah kembali dari sana, kami menginisiasi gerakan ini dan telah menginkubasi 157 startup dari 9.000 yang diterima dan 40.000 pendaftar,” ujar Yansen.

Diskusi Panel dengan pembicara: Sami Kizilbash (Head of Developer Ecosystem SEA Google), Nicole Yap (Vice President Strategy Digitaraya), Andy Handika (CEO Kulina)

Pada tahun 2017, Kibar membangun pusat inovasi pertamanya di Jakarta, yaitu Menara by Kibar, bersama Google for Entrepreneurs sebagai founding partner. Kini Kibar telah memperluas operasi co-working space ke Bali, Surabaya, dan Semarang. Tahun 2018, Kibar kembali berinovasi melalui Digitaraya.

Nicole Yap, Vice President Strategy Digitaraya, memaparkan, ada empat tahapan yang akan dilalui sebuah startup dalam mengembangkan diri. Pertama adalah ideation, maksudnya sebuah startup baru memiliki ide untuk memulai bisnis. Program Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital mewadahi startup yang berada pada tahap ini.

Kedua, Medium Viable Prototype (MVP), di mana pengusaha sudah memiliki prototype dari produk yang akan diluncurkan.

Ketiga, produkt/market fit, di mana pengusaha sudah menemukan kecocokan antara produk yang ia miliki dengan pasar yang ingin dituju serta bagaimana perusahaan akan mencapai pasar tersebut. Saat ini perusahaan yang telah mencapai tahap tersebut di antaranya IDN Times, eFishery, Hijup, Kulina, dan lain-lain.

Keempat, fase scale, yaitu startup yang sudah kokoh seperti Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

Setelah tanda tangan kerja sama: Sami Kizilbash (Head of Developer Ecosystem SEA Google), Yansen Kamto (Chief Executive Kibar), dan Leadership Team Digitaraya

Menurut Nicole, sudah banyak akselerator yang membantu startup di tahap ideation. Namun, belum banyak yang membantu startup bergerak dari tahap MVP menuju produk/market fit. Oleh karena itu, Digitaraya akan menyeleksi startup yang sedang fokus untuk mencapai produk/market fit yang sekaligus ingin menjangkau lebih banyak pengguna.

Nicole juga menuturkan, “Kami juga ingin mencari startup yang tidak hanya mengejar target secara ekonomi, tapi juga yang lebih penting juga dapat memecahkan masalah. Dan kami ingin membuktikan bahwa Indonesia bisa berkontribusi besar terhadap global market."

Selain pemecahan masalah, Digitaraya juga mencari startup dengan leadership yang baik dan dapat memberikan pengaruh positif terhadap ekosistem startup di Indonesia.

Digitaraya akan fokus pada startup dengan bidang usaha pertanian, edukasi, kesehatan, pariwisata, logistik, serta energi.

Program ini akan dilakukan selama tiga bulan per batch, sebanyak dua batch per tahun, dan delapan startup per batch. Program yang akan diberikan ada tiga, yaitu design sprint, business model and go-to market, serta management skills and pitch refinement. Digitaraya menawarkan beberapa hal pada startup, di antaranya kurikulum yang sudah teruji, koneksi ke jaringan Google, akses pada investor global, mentoring dengan mentor global, kesempatan kemitraan, serta koneksi dengan regulator yang relevan.

Lewat kerja sama dengan Google Developers Launchpad, Digitaraya akan mendapatkan jaringan elit pada akselerator top global, sehingga startup yang terpilih dapat memanfaatkan informasi dan sumber daya yang tersedia.

Digitaraya juga akan mendapat akses penuh terhadap jaringan Google dari seluruh dunia, pembelajaran Google dalam menjalankan program startup yang berbasis di Sillicon Valley, dan hasil riset serta pengalaman Google selama 20 tahun dalam membangun bisnis, produk, dan tim dalam skala besar.

Pengguntingan pita di kantor Digitaraya, Kibar, Jakarta

Lewat kolaborasi ini, Digitaraya juga akan bergabung dengan jaringan akselerator independen terbaik dari Amerika Latin, Afrika, Eropa, dan Asia. “Kami bangga menjadi bagian dari perkembangan ekosistem startup di Indonesia. Kami ingin terus berkontribusi melalui kemitraan dengan Google. Semoga momen bersejarah ini menambah semangat untuk membawa lebih banyak startup dari Indonesia ke pentas dunia,” ujar Yansen.

Kevin P'Toole, Head of International Growth Google Developers Launchpad, menuturkan, “Google Developer Launchpad antusias dapat bekerjasama dengan Digitaraya dalam memajukan ekosistem startup Indonesia. Kerja sama berbentuk Powered by Google Developers Launchpad ini bertujuan untuk memberdayakan ekosistem startup di seluruh dunia lewat berbagai akselerator terbaik, serta membantu akselerator-akselerator tersebut saling mendukung satu sama lain dengan saling berbagi ilmu dan sumber daya.”

Andy Fajar Handika, CEO Kulina, yang merupakan alumni Google Developers Launchpad, menambahkan, permasalahan awal perusahaannya adalah merasa bahwa mereka sudah tahu banyak. Setelah mengikuti program, ia menyadari ada beberapa hal yang belum sempurna. Salah satunya adalah pembuatan keputusan yang hanya berlandaskan asumsi saja. Padahal, penggunaan data yang relevan sangat perlu. Juga, telah memberikan eksposur Kulina terhadap startup global dan memberikan masukan yang sangat bermanfaat.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)