Kick off Sosialisasi dan Edukasi BI-Fast Perdana  di Bali

"Kick off" Sosialisasi dan Edukasi secara Masif BI-Fast, di Denpasar (9/8)

Bali terpilih menjadi lokasi pelaksanaan "kick off" atau dimulainya sosialisasi dan edukasi secara masif mengenai BI-Fast sebagai infrastruktur sistem pembayaran ritel nasional yang dapat memfasilitasi pembayaran ritel secara aman, efisien dan tersedia setiap saat. BI-Fast merupakan salah satu bentuk dukungan Bank Indonesia dalam mewujudkan ekonomi keuangan digital nasional guna mengakselerasi pemulihan ekonomi, khususnya melalui kebijakan sistem pembayaran.

"Saat ini kami sedang menggalakkan BI-Fast, kami ingin BI-Fast mengikuti kesuksesan QRIS di Bali, bahkan bisa melebihi," kata Asisten Gubernur-Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Fillianingsih Hendarta  di Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar, Selasa (9/8). 

Dipilihnya Bali sebagai lokasi "kick off" edukasi BI-Fast di Indonesia menurut Fillianingsih karena perkembangan implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di daerah setempat dari sisi merchant (pelaku usaha) dan pengguna sangat bagus.

"BI Fast merupakan modernisasi dari SKNBI, dengan biaya yang lebih murah BI Fast membuka manfaat seluas-luasnya bagi UMKM di Indonesia, termasuk UMKM di Bali dan Nusa Tenggara. Manfaat BI Fast antara lain lebih efisien, lebih cepat bagi UMKM yang transaksinya setiap hari," tambah Fillianingsih. 

Sejak diluncurkan pada 21 Desember 2021, peserta BI Fast mencapai 51 bank dan satu peserta nonbank. Volume transaksi BI Fast hingga Juli 2022 mencapai 180,9 juta transaksi, dengan nilai transaksi Rp622,1 triliun.

Menurut Fillianingsih, masuknya 51 bank sebagai peserta BI Fast sudah mewakili 80 persen transaksi retail di Indonesia, mulai dari transaksi UMKM hingga transaksi industri besar.

Meningkatnya nilai transaksi melalui BI Fast terjadi setelah BI masuk dalam fasilitas mobile banking. Volume dan nilai transaksi tersebut akan terus bertambah seiring dengan semakin dikenalnya BI Fast oleh kalangan milenial dan generasi dibawahnya yang membutuhkan transaksi cepat dan murah.

Bank Indonesia juga akan mendorong transaksi kredit dan debit di Perbankan melalui BI Fast, fasilitas SKNBI akan difokuskan ke layanan cek giro. Biaya transfer BI Fast juga masih dimungkinkan untuk turun dari Rp2.500 jika pengguna BI Fast semakin bertambah.

"Biaya transfer masih bisa turun, tergantung kesiapan industri perbankan dan konsumen sendiri. Jika volume dan nilai transaksi BI Fast meningkat, biaya transfer semakin berpotensi turun. Ada juga Bank yang sudah menggratiskan layanan BI Fast," ujar Fillianingsih.

Kepala Perwakilan BI Bali, Trisno Nugroho, menyatakan fasilitas BI-Fast diharap bisa mendorong akselerasi ekonomi Bali yang sedang dalam tahap pemulihan setelah pandemi Covid-19.
"Akselerasi ekonomi Bali melalui BI Fast menjadi fokus kami selain dengan QRIS, kami harap penggunaan BI Fast di Bali bisa mengikuti kesuksesan penggunaan QRIS."

Trisno menambahkan, jumlah merchant pengguna QRIS di Bali sudah  485 ribu merchant dengan target user (pengguna) QRIS tahun ini 250 ribu, yang saat ini sudah mencapai 75 persen. 

Trisno meyakini peningkatan penggunaan QRIS maupun BI-Fast di Bali akan membuat Bali pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, ekonomi Bali pada triwulan II-2022 secara tahunan tumbuh sebesar 3,04 persen (yoy) lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 1,45 persen (yoy).

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)