Kinerja Moncer, Oyo Tambah Investasi US$ 300 Juta di Indonesia

Sebagian besar pendanaan akan digunakan untuk renovasi properti mitra pemilik hotel dan pengembangan sumber daya manusia.

Kurang dari satu tahun beroperasi di Indonesia, Oyo kini telah bermitra dengan Iebih dari 1.000 hotel, 27.000 kamar yang tersebar di 100 kota di Indonesia, serta 1.200 pemilik hotel yang bergabung di dalam jaringan Oyo. Pencapaian ini berhasil diraih Iebih cepat dari target awal perusahaan, yaitu berekspansi ke 100 kota di Indonesia pada akhir 2019.

Melihat pencapaian itu, Ritesh Agarwal, Founder & Group CEO Oyo Hotels & Homes akan menambah dana investasi di Indonesia sebesar US$ 300 juta untuk satu tahun ke depan. Nilai ini meningkat dari investasi awal perusahaan sebesar US$ 100 juta atau setengah dari jumlah investasi Oyo di pasar Asia Tenggara.

Menurut Ritesh, Indonesia menjadi kunci pertumbuhan Oyo di Asia Tenggara dan global. Bahkan, Indonesia menduduki posisi ketiga setelah China dan India sebagai pasar terbesar bagi Oyo Group. Sementara di Indonesia, saat ini Oyo diklaim menjadi jaringan hotel terbesar berdasarkan jumlah kamar, dengan rata-rata okupansi mencapai 75-80%. 

"Kami bangga karena semakin mendapat kepercayaan dari pemilik hotel di Indonesia yang saat ini sudah berjumlah 1.200. Bagi kami, mitra pemilik hotel telah menjadi bagian terpenting dalam perjalanan bisnis Oyo. Mereka adalah sumber saran dan masukan terbaik bagi kami, yang memungkinkan Oyo dapat berkembang sangat pesat di lndonesia," katanya saat menghadiri peluncuran program OPEN di Jakarta, Rabu (04/09/2019).

Agus Hartono Wijaya, Country Head of Business Development Oyo Indonesia, menambahkan, nantinya dana investasi tersebut sebagian besar akan digunakan untuk renovasi properti mitra pemilik hotel. "Kami ingin mitra pemilik hotel ini punya properti yang bagus, jadi investasinya akan di capex yaitu pembangunan atau finishing dari hotelnya sendiri. Kalau hotelnya lebih bagus, lebih cantik, orang akan tinggal di sini," tambahnya.

Selain itu, kata dia, dana investasi itu juga akan digunakan untuk pengembangan sumber daya manusia khususnya di bidang akomodasi perhotelan. "Dana ini juga akan digunakan untuk pelatihan yang bertujuan meningkatkan mutu hospitality industry," lanjutnya.

Dia pun menargetkan Indonesia akan naik ke posisi kedua sebagai pasar terbesar bagi Oyo Group "Saat ini kami sudah melayani 5 juta pelanggan dan kami berharap Indonesia bisa overtake India," harapnya.

Setelah resmi didirikan pada 2013, Oyo Hotels & Homes diklaim sebagai jaringan hotel, rumah. ruang tinggal dan tempat kerja terbesar ke-3 di dunia berdasarkan jumlah kamar. Portfolio Oyo terdiri dar properti yang dioperasikan sepenuhnya oleh Oyo, properti yang di-franchise, dan properti yang disewakan berjumlah lebih darl 23.000 hotel, dan 46.000 rumah liburan. Oyo dan kategori Rumah Liburan dikelola oleh perusahaan di bawah bendera: Oyo Homes, Belvilla dan Dancenter.

Selain Indonesia, Oyo juga dapat ditemukan di lebih dari 800 kota di 80 negara, termasuk Amerika Serikat, Eropa, Britania Raya, lndia, Malaysia, Timur Tengah, Filipina, dan Jepang. Oyo didukung oleh berbagai investor di antaranya, SoftBank Vision Fund, Sequoia Capital, Lightspeed Ventures, Hero Enterprise, dan China Lodging Group.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)