Kinetica Incar Pasar Telekomunikasi, Bank dan Migas


Kinetica DB, Inc. (Kinetica), perusahaan asal Amerika Serikat yang menyediakan jasa analisa data, akan melebarkan cakupan bisnis di Indonesia. Amit Vij, CEO Kinetica menjelaskan bahwa Indonesia berkembang sangat cepat di mana terdapat banyak permintaan dengan populasi jutaan orang.

Infrastruktur Indonesia juga berkembang dengan sangat cepat. Karena itu, mendapatkan data real time untuk mengetahui apa yang orang-orang lakukan adalah cara bagaimana perusahaan bisa memberikan nilai pada konsumennya. Ada beberapa produk yang ditawarkan oleh Kinetika. Salah satunya adalah teknologi GPU Database. Teknologi tersebut dapat memproses data dalam jumlah besar dengan cepat dan lebih efisien dibandingkan dengan CPU. Pasalnya, GPU bekerja secara paralel, tidak secara sekuens. Hal itu bisa terjadi karena GPU memiliki ribuan titik proses dalam satu kartu. Sementara itu, CPU hanya memiliki beberapa saja.

“Diferensiasi kami dibandingkan dengan perusahaan teknologi lain adalah kami meningkatkan proses dengan video card atau GPU dari Nvidia dan mengaplikasikan supercomputing power pada hardware komoditas. Kami adalah perusahaan pertama dan terbesar yang menawarkan jasa GPU Database. Selama 10 tahun kami meningkatkan 5 ribu titik pada kartu GPU. Kami juga mengkonvesi machine learning ke analisis kami serta memiliki power untuk memasukkan data streaming berkecepatan tinggi," jelasnya.

Amit menyebutkan pasar utama yang menjadi target Kinetica, “Awalnya kami menyasar sektor militer, juga telah diinkubasi oleh US Army dan NSA pada tahun 2009. Saat ini, tiga target industri utama yang kami adalah telekomunikasi, minyak dan gas, serta bank. Kami telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan minyak dan gas di Indonesia dan menyediakan analisa data. Kami juga memiliki klien 5-6 bank berbeda, beberapa terbesar di dunia.”

Selain memasuki Indonesia sejak 1,5 tahun lalu, Kinetica juga melakukan penetrasi ke negara lain. “Kami juga memiliki klien di Singapura, Korea Selatan, Jepang, Inggris,” ujar Amit.

Kinetica didirikan tahun 2009 oleh Amit Vij dan Nima Neghaban dengan nama awal GIS Federal. Saat itu, mereka mengembangkan perangkat lunak GPUdb. Aplikasi tersebut awalnya hanya dipasarkan di sektor militer dan intelijen AS. Akhirnya, perusahaan tersebut merambah ke pasar komersial.

Amit menjelaskan, “Saat ini kami masih bekerja dengan militer, tapi kami juga dapat memecahkan permasalahan perusahaan lain agar bisa bertumbuh bersama. United States Postal Service pernah menjadi klien kami.” Kinetica membantu kliennya tersebut untuk menyesuaikan pengiriman surat sesuai dengan traffic dan cuaca, hingga pengiriman lebih efisien. Ia menambahkan bahwa Kinetica menawarkan solusi penghematan biaya bagi klien perusahaannya. Kinetica telah mendapatkan pendanaan Seri A senilai $50 juta yang dipimpin oleh Canvas Ventures dan Meritech Capital Partners.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)