Kiprah Edie Rizliyanto Memimpin Transformasi Bank Sumut

Berbagai cara dilakukan oleh  PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) lewat tangan Presiden Direkturnya, Edie Rizliyanto, dalam usahanya bertransformasi. Secara perlahan pria yang pernah menjabat sebagai Vice President Bank Mandiri (2011-14) membenahi  Bank Sumut agar dapat beradaptasi dengan perubahan yang ada saat ini.

Dalam transformasi itu, Bank Sumut menjalankan 8 program. Hasilnya, kinerja laba bersih, aset, penyaluran kredit, dana pihak ketiga, dan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) meningkat sepanjang tahun 2016-2017. Tahun buku 2017,  Bank Sumut membukukan laba bersih Rp630,01 miliar atau naik 7,89% dari Rp584,50 miliar di tahun 2016. Pada periode yang sama, total aset mencapai Rp28,96 triliun, tumbuh 10,66% dari Rp26,17 triliun. Dana piha ketiga meningkat 11,34% dari Rp20,80 triliun menjadi Rp23,16 triliun. Total penyaluran kredit tumbuh dari Rp19,53 triliun  menjadi Rp20,64 triliun.

Salah satu cara yang dilakukan Bank Sumut adalah ekspansi usaha ditopang permodalan yang solid. Caranya, menerbitkan obligasi guna mendapat dana segar. Pada awal Juli 2018, Bank Pembangunan Daerah (BPD) ini merilis obligasi subordinasi sebesar Rp444 miliar. “Obligasi subordinasi akan menambah CAR lebih dari 2% sehingga permodalan Bank Sumut akan lebih kuat dan leluasa meningkatkan ekspansi bisnis,” ungkap Edie.

Sebagai informasi, CAR Bank Sumut di tahun 2017 sebesar 16,03%. Seiring dengan penambahan modal dari obligasi itu, CAR Bank Sumut akan naik menjadi 18,03%. “Penerbitan obligasi subordinasi merupakan bagian dari program transformasi terkait penguatan struktur permodalan,” ia menambahkan.

Rencana berikutnya, menjalin kemitraan dengan SMA, perguruan tinggi, dan rumah sakit untuk menyediakan layanan keuangan serba digital yang mudah diakses dan transparan. Terkait pengembangan perbankan syariah, Bank Sumut di akhir tahun akan menyelesaikan pemisahan unit usaha bank syariah (spin off). Penambahan jaringan kantor cabang akan dilakukan sebanyak 34 unit.

Bank Sumut berhasil mencatatkan asetnya pada Mei 2018 senilai Rp36,9 triliun. Penyaluran kredit di periode tersebut sejumlah Rp18,45 triliun, tumbuh 4,83% dari Rp17,60 triliun pada periode yang sama di tahun 2017. Adapun dana pihak ketiga naik 9,27% menjadi Rp27,95 triliun dari Rp25,58 triliun. “Laba di akhir Mei 2018 senilai Rp236,09 miliar,” Edie menambahkan.

Reportase: Anastasia Anggoro Suksmonowati

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)