KKP Kembangkan Aplikasi Teknologi RAS untuk Perikanan Perairan Waduk

Berupaya untuk memberikan solusi atas terjadinya kematian masal ikan di perikanan budidaya kolam jaring apung waduk karena fenomena umbalan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan teknologi Rapid Aeration System (RAS) yang berguna untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut atau dissolved oxygen (DO) di permukaan dan di kolom air dalam waktu singkat.

Sjarief Widjaja, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP), menuturkan, terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam budidaya perikanan di perairan waduk, di antaranya pencemaran daerah aliran sungai (DAS) dari hulu sampai hilir, limbah domestik sebagai penyebab blooming gulma air, hingga fenomena umbalan yang dapat menyebabkan kematian masal ikan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan riset inovasi teknologi perikanan terutama terkait dengan teknologi aerasi. "Maka dari itu, kami melakukan kegiatan inovasi teknologi adaptif lokasi perikanan yakni aplikasi teknologi RAS untuk perikanan perairan waduk. Diharapkan para kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) sanggup untuk menerima, memanfaatkan, mengoperasionalkan, memelihara dan mempertanggung-jawabkan kegiatan operasional bantuan pemerintah tahun 2018 melalui KKP sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tutur Sjarief.

Paket teknologi RAS pada perikanan perairan waduk adalah berupa teknologi aerasi multi kedalaman yang terdiri dari aerator permukaan, pompa air celup, genset, kerangka, perpipaan, benih ikan dan pakan. Teknologi RAS ini secara umum terdiri dari dua bagian, yaitu aerator permukaan dengan kincir (untuk aerasi di permukaan air) dan pompa celup (untuk aerasi di kolom air).

Di permukaan air, kincir aerator permukaan berputar, menimbulkan kontak antara percikan air dengan udara, yang akan mengikat air dengan oksigen di udara, sehingga terjadi peningkatan kadar oksigen terlarut dalam air. Sedangkan di kolom air, prinsip kerja pompa celup adalah berdasarkan pada perbedaan tekanan di kolom air dengan udara, sehingga udara terhisap ke dalam air dan dapat meningkatkan kadar DO di kolom air.

Editor: Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)