KLHK Bahas Pembiayaan NDC di Forum COP 24 UNFCCC

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar diskusi panel  bertajuk Solusi Finansial untuk Implementasi NDC pada pertemuan COP 24 UNFCCC di Polandia. Pertemuan ini merupakan forum lanjutan dari forum sebelumnya  yakni, Intergovernmental Review Meeting IGR di Bali pada Oktober 2018 lalu.

Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Ruandha Agung Sugardiman, mengatakan,untuk mencapai target Nationally Determined Contributions (NDC) dibutuhkan pendanaan yang besar dan tidak dapat dipenuhi oleh pendanaan publik.

Lebih lanjut di menambahkan, untuk menjembatani kesenjangan ini, ada kebutuhan mendesak untuk menciptakan skema yang memungkinkan para pemangku kepentingan non-pihak berkontribusi pada inisiatif ini. "Skema tersebut harus dapat memicu pengembangan proyek dan program hijau yang layak, dan institusi yang lebih kuat untuk menghubungkan proyek dan program dengan para investor," ujarnya.

Konsep pertumbuhan hijau saat ini dianggap penting bagi Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mecapai komitmen nasional dan internasional Indonesia yang sebelumnya telah disepakati bersama seperti Perjanjian Paris, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan agenda 9 prioritas, Nawa Cita.

Sementara itu, untuk menuju model pertumbuhan hijau ini, KLHK yang didukung oleh The Global Green Growth Institute (GGGI) berusaha untuk menerapkan NDC dan berusaha untuk mencapai target. Berdasarkan temuan awal, salah satu tantangan utama dalam implementasi NDC adalah menghubungkan investor potensial dengan proyek dan program hijau yang layak, dan menghubungkan donor dengan investor komersial untuk berinvestasi bersama. Kebijakan dan instrumen keuangan yang tidak berisiko sangat dibutuhkan untuk memastikan keuangan mengalir ke sejumlah proyek dan program yang terstruktur dengan baik dan layak secara komersial.

Berkolaborasi dengan GGGI, KLHK juga bertujuan untuk menarik para pemangku kepentingan global, seperti pengembang proyek, investor dan pemodal, sementara pada saat yang sama menyediakan skema keuangan yang dapat diimplementasikan untuk mencapai target NDC.

“GGGI telah mendukung KLHK sejak 2015, memberikan bantuan teknis kepada Kementerian, termasuk pengembangan proyek, desain proyek, dan layanan investasi untuk menciptakan proyek-proyek bankable. Hal ini juga memerlukan perencanaan yang matang, ketersediaan alat ekonomi, serta kebijakan yang akomodatif, ” jelas Direktur Jenderal GGGI, Frank Rijsberman.

"GGGI juga mendukung pengarusutamaan prinsip-prinsip pertumbuhan hijau dalam rencana pembangunan nasional dan subnasional, serta rencana sektoralnya. Selain itu, kami juga merancang instrumen ekonomi dan kebijakan yang inovatif untuk menciptakan lingkungan yang dapat mengurangi risiko proyek dan juga menarik aliran modal ke dalam sektor-sektor yang dibidik," katanya.

Dalam sesi ini, KLHK juga memamerkan tonggak-tonggak kunci dari berbagai upaya global yang sudah dilakukan untuk meninjau, menganalisis, dan mengidentifikasi jalur pipa proyek-proyek yang ramah lingkungan, serta menyoroti komitmen pemerintah untuk mempromosikan pendekatan yang berkelanjutan dan menemukan kombinasi dari produk keuangan untuk membiayai NDC.

Diskusi panel ini bertujuan untuk menemukan desain kebijakan yang lebih baik, lembaga/mekanisme keuangan dan proyek-proyek yang lebih kuat untuk menjembatani kesenjangan pembiayaan. “Indonesia sudah mendirikan Badan Pengelolaan Dana Lingkungan. Kita dapat menggunakan ini sebagai titik awal untuk mengidentifikasi apa yang perlu dilakukan,” ujar Ruandha.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)