Klinik Kecantikan DMK Tingkatkan Awareness Terapi Enzim

Kampanye Klinik Kecantikan DMK bahwa Beauty is Healthy Skin melalui terapi enzim

Memiliki wajah cantik dan rupawan menjadi dambaan setiap manusia. Hanya saja, butuh upaya untuk mewujudkannya. Sebagian orang rela merasakan sakit, melalui operasi plastik atau tindakan perawatan lain, untuk mencapai hasil terbaik wajahnya. Klinik Kecantikan DMK memahami bahwa masyarakat mendambakan perawatan kecantikan tanpa merasakan sakit.elama itu klinik ini, disa terus membangun persepsi berbeda bahwa kulit yang cantik itu adalah kulit yang sehat, dengan terus mendorong berubahnya mindset bahwa wajar untuk menjadi cantik harus merasakan sakit dulu.

Muchtar Tjia, Managing Director sekaligus pemilik dari klinik DMK Indonesia, menjelaskan, selama 3 tahun hadir di Indonesia, Klinik Kecantkan DMK menawarkan konsep perawatan kulit yang berbeda, yakni terapi enzim. “Melalui terapi enzim, kami ingin mengubah mindset masyarakat dari yang tadinya Beauty is Pain menjadi Beauty is Healthy Skin,” tuturnya.

Klinik franchice asal Amerika Serikat yang didirikan oleh Dt. Danne Montague-King ini, memang dibangun atas dasar science dan sudah dikenal di yang merupakan Hollywood. Klinik ini di Indonesia sudah ada di beberapa kota selain Jakarta seperti Aceh, Medan, dan Balikpapan.

Untuk membangun persepsi dari Beauty is Pain menjadi Beauty is Healthy Skin, Klinik Kecantikan DMK menghadirkan terapi enzim (enzyme therapy), yakni sebuah rangkaian perawatan enzim yang ditemukan oleh DR. Danne Montague-King.

Konsep perawatan yang ditawarkan adalah remove, rebuild, protect, dan maintain dalam pengaplikasian perawatan dasar yang dimulai dari tahap cleansing massage, skin detox, pelembutan komedo, brightening, lalu diakhiri dengan masker enzim.

Dalam upaya meningkatkan awareness ini, klinik menggandeng tiga artis yang pernah melakukan perawatan terapi enzim di DMK yaitu Thomas Jorghie, Annisa Banowati, dan Sultan Jorghie. Edukasi dilakukan bersama ketiga artis pada 26 November 2029 yang juga menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan PERDAWERI (Perhimpunan Dokter Anti Penuaan, Wellness, Estetik & Regeneratif Indonesia).

Muchtar menambahkan, perawatan kulit dengan terapi enzim mulai bisa dilakukan oleh mereka yang berusia 10 tahun hingga dewasa, baik perempuan maupun pria dengan harga mulai Rp 1 juta. Sayang ia menolak menyebut omsetnya, namun terapi ini ke depan diyakini akan menjadi tren mengingat masyarakat makin teredukasi tentang arti kecantikan sesungguhnya.

Editor: Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)