Kolaborasi agar Masyarakat di Riau #MakinCakapDigital

Survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) dan Katadata Insight Center pada tahun 2021 yang lalu menunjukkan bahwa kapasitas Literasi Digital masyarakat Indonesia dinilai sebesar 3.49 dari 5.00. Berdasarkan hal tersebut, tingkat literasi digital di Indonesia berada dalam kategori sedang.

Untuk meningkatkan kapasitas literasi digital masyarakat, untuk itu Kemenkominfo berkolaborasi bersama Relawan TIK Provinsi Riau (RTIK Riau) dan Kepolisian Daerah Riau (Polda Riau) untuk menyelenggarakan pelatihan 'Bhabinkamtibmas Cakap Digital' dalam rangkaian kegiatan Apel Bersama Bhabinkamtibmas Jajaran Polda Riau pada pada awal September lalu..

Kegiatan dilaksanakan secara luring di Hotel Labersa, Kota Pekanbaru dengan diikuti oleh 1.018 personel Bhabinkamtibmas Provinsi Riau. Tujuan dari kegiatan ini utamanya untuk meningkatkan kompetensi Bhabinkamtibmas Provinsi Riau di bidang teknologi digital.

Selain itu, kegiatan ini merupakan upaya Kemenkominfo dalam mempercepat transformasi digital di lingkungan Polri menuju Indonesia #MakinCakapDigital. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Provinsi Riau, Inspektur Jenderal Muhammad Iqbal dalam sambutannya menghimbau agar para Bhabinkamtibmas Riau cerdas dan berkompetensi di bidang digital untuk melindungi dan mengayomi masyarakat di era industri 4.0.

“Kita sebagai penjamin keamanan, pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus pelindung, pelayan, dan pengayom masyarakat, sangat penting sekali mempunyai kompetensi literasi digital. Karena cyberspace, ruang digital itu sangat besar dan tanpa batas,” tegas Iqbal.

Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo, Bonifasius Wahyu Pudjianto turut menghadiri kegiatan secara virtual dan menyampaikan bahwa materi yang akan diberikan kepada para peserta kegiatan didasarkan kepada Empat Pilar Literasi Digital, yaitu Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Budaya Digital dan Etika Digital.

“Materi-materi tersebut akan disampaikan kepada para anggota Bhabinkamtibmas Polda Riau untuk mengenal dan mengadopsi teknologi digital itu dalam menunjang tugas pokoknya sehari-hari dalam membina masyarakat, mendeteksi dini berbagai kemungkinan ataupun suasana yang ada di masyarakat, kemudian melakukan mediasi agar tercipta kondisi yang kondusif di dalam masyarakat," ucap Bonifasius.

Dalam pelatihan ini, para Bhabinkamtibmas memperoleh edukasi mengenai bahaya dan cara menghadapi hoaks, menjaga privasi data, dan wawasan kebangsaan dalam dunia digital.

Materi mengenai hoaks disampaikan oleh Widuri, Deputy Director ICT Watch sebagai narasumber. Dalam materinya, beliau mengingatkan agar masyarakat tidak langsung percaya dengan informasi yang diterima sebelum mengetahui kebenarannya. “Kita cari tahu dulu ya. Kalau benar, boleh disebarluaskan. Tapi kalau dirasa tidak benar, lebih baik berhenti di diri kita," ujar Widuri.

Pada sesi selanjutnya, Donny Budi Utoyo, Tenaga Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Bidang Tata Kelola dan Budaya Digital, menyampaikan tentang potensi pencurian data melalui situs atau aplikasi palsu yang mengaku resmi. Dia menegaskan kuncinya, jangan sembarangan install aplikasi yang nggak jelas. Kedua, jangan buka sembarangan website atau situs. “Kita mungkin paham, tapi masyarakat belum begitu paham. Wah ada tawaran menarik ini,’ lalu di klik, langsung dibuka. Itu datanya bisa kecurian,” jelas Donny.

Fajar Eri Dianto, Ketua Umum Relawan TIK turut mengisi sesi pelatihan dengan menyampaikan tentang bagaimana menjaga jati diri sebagai bangsa Indonesia ketika berhadapan dengan dunia digital yang tidak mengenal batas wilayah. Beliau menyatakan bahwa penting bagi bhabinkamtibmas untuk paham tentang budaya digital untuk mengawal masyarakat dalam memanfaatkan teknologi. “Budaya kita yang kita pakai di internet, walaupun terhubung ke seluruh dunia, tapi tetap kita sebagai Bangsa Indonesia, yaitu tetap kita akarnya Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Fajar.

Pelatihan ini merupakan salah satu upaya literasi digital untuk sektor pemerintahan dalam rangkaian kegiatan program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo). Program Indonesia Makin Cakap Digital bertujuan untuk memberikan literasi tentang teknologi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)