Kolaborasi Kemenperin dan Marketplace Hasilkan E-smart IKM

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jendral Industri Kecil dan Menengah (IKM) terus mendorong percepatan dan pengembangan sistem perdagangan melalui jalur online atau e-commerce.  Salah satu program yang terus didorong adalah program e-smart IKM.

Program ini merupakan program kerja sama Kemenperin  dengan marketplace di Indonesia, seperti Shopee,Tokopedia, Blibli,  Bukalapak, dan Blanja.com. Total sebanyak 1.730 IKM telah mengikuti workshop e-smart IKM pada tahun 2017 yang dilaksanakan di 23 provinsi.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh marketplace, total nilai penjualan IKM dalam skema e-smart mencapai lebih dari Rp168 juta. Penjualan terbesar berasal dari komoditas logam yang mencapai 70% dari total penjualan. Tahun ini, e-smart IKM ditargetkan akan mencapai 4.270 IKM dan ditargetkan dalam 2 tahun mendatang mencapai 5.240 unit bisnis.

Pada pelatihan e-smart IKM ini, peserta akan dibekali pengetahuan untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas usahanya. Materi tersebut berupa informasi mengenai kredit usaha rakyat, restrukturisasi mesin dan peralatan, standarisasi produk, serta pengetahuan mengenai pengembangan produk dan strategi penetapan harga.  “Mereka kadang tidak bisa untuk menghargai produknya sendiri. Kadangkala mereka memberikan harga yang lebih murah, kadang overprising. Makanya, pengetahuan dalam memberikan harga juga penting untuk disampaikan,” ujar Gati Wibawaningsih, Direktur Jendral IKM.

Dia menambahkan, kerja sama yang dilakukan dengan melibatkan marketplace di Indonesia menjadi sebuah langkah strategis yang bisa ditempuh. “Kerja sama ini menjadi strategis dan tepat sasaran, karena yang mengetahui budaya pengguna e-commerce adalah diri mereka sendiri, mereka tahu bagaimana petanya. Tentunya kerjasama ini dapat memudahkan pemerintah dalam memberikan edukasi dan sosialisasi kepada pelaku e-commerce, khususnya penjual,” kata dia.

Lebih jauh, dia berharap program e-smart ini dapat membuat IKM di Indonesia semakin kuat dan dapat menggantikan posisi produk impor yang beredar di pasar online. “Semoga produk IKM dalam negeri dapat memperluas pasarnya serta dikenal oleh masyarakat nasional maupun internasional,” ujar Gati.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)