Kolaborasi Modalku dan Linkz Asia Tingkatkan Akses Pendanaan

Di tengah eksistensi transformasi digital akibat pandemi, para pelaku UMKM juga perlu untuk melakukan berbagai inovasi agar dapat menjaga kelangsungan bisnis yang dijalankan. Salah satunya adalah melalui digitalisasi. Pemerintah menargetkan 30 juta pelaku UMKM untuk dapat menjajakan produk secara online di tahun 2024.

Data menunjukkan bahwa selama pandemi terdapat 17,5 juta UMKM yang telah masuk ke dalam ekosistem digital. Maka dari itu, upaya menciptakan bisnis berbasis teknologi sangat perlu untuk dioptimalkan agar dapat mengembangkan bisnis secara efektif dan efisien serta mendukung pemerintah mencapai target yang telah ditetapkan.

Menjawab hal itu, Modalku bekerja sama dengan Linkz Asia untuk memberikan akses pendanaan serta akses digital terhadap UMKM yang tergabung dalam jaringan ekosistem Linkz Asia melalui aplikasinya. Kolaborasi ini dilakukan dengan harapan dapat menjadi salah satu langkah solutif dalam mendukung bisnis berbadan usaha untuk berkembang pesat tanpa perlu mengkhawatirkan permasalahan cash flow yang terbatas.

Linkz Asia merupakan perusahaan startup yang berdiri sejak 2019 dalam menyediakan solusi akses digital bagi para pelaku UMKM dalam meningkatkan sales dan monitoring melalui fitur electronic sales (digital catalogue), order and inventory management, dan real time business report.

"Modalku mendukung dan mengajak para pelaku UMKM untuk terus melakukan pengembangan bisnis melalui digitalisasi. Kerja sama antara Modalku dengan Linkz Asia menjadi salah satu langkah solutif untuk menyediakan fasilitas pendanaan bagi para UMKM,” ujar Co-founder & CEO Modalku Reynold Wijaya. Ia berharap kolaborasi ini dapat memberikan kesempatan para pelaku UMKM untuk melakukan digitalisasi untuk meningkatkan penjualan dan membangun hubungan baik dengan para pelanggan bisnisnya.

Saat ini, terdapat lebih dari 2.000 pengguna UMKM yang telah tergabung dalam ekosistem Linkz Asia. Para pelaku UMKM tersebut dapat memanfaatkan pinjaman tanpa agunan hingga Rp500 juta dengan durasi pinjaman (tenor) hingga 60 hari. Dana bisa digunakan sebagai modal usaha untuk memenuhi berbagai kebutuhan bisnis yang mencakup stok barang, perlengkapan usaha, ataupun biaya marketing.

Pengusaha di area Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Makassar, dan Yogyakarta yang sudah memiliki badan usaha dan telah berjalan selama lebih dari 1 tahun bisa menggunakan fasilitas ini.

“Kolaborasi yang dijalankan dengan Modalku sejalan dengan rencana kami untuk membantu menjawab tantangan yang dihadapi para UMKM terdaftar di Linkz Asia. Selain digitalisasi, akses terhadap pendanaan digital akan membantu para pengguna kami untuk melakukan pengembangan usaha melalui pembelian kebutuhan dengan supplier," jelas General Manager Linkz Asia Justin Sebastian.

Asal tahu, Modalku menyediakan layanan pendanaan digital, dimana peminjam (UMKM yang berpotensi) bisa mendapatkan pinjaman modal usaha tanpa jaminan hingga Rp2 miliar yang didanai oleh pendana platform (individu atau institusi yang mencari alternatif investasi) melalui pasar digital. Selain di Indonesia, Modalku juga beroperasi di Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam dengan nama Funding Societies. Sampai saat ini, Grup Modalku telah berhasil mencapai penyaluran pinjaman usaha sebesar Rp35,14 triliun kepada lebih dari 5 juta transaksi pinjaman UMKM di Asia Tenggara.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)