Koleksi League ‘Pride of Indonesia’ untuk Membangkitkan Nasionalisme

Bangsa Indonesia mestinya banyak belajar dari rakyat Jepang dan Korea Selatan yang tinggi rasa nasionalismenya terhadap produk dalam negeri mereka. Faktanya, masyarakat kita lebih merasa gengsi jika menggunakan produk-produk made in mancanegara.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, PT Nagasakti Paramashoes Industry (Grup Berca), yang memproduksi sepatu merek League, memperkenalkan koleksi terbaru di perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke 74 tahun ini dengan konsep ‘Pride of Indonesia’.

Pride of Indonesia adalah kisah singkat dari cerita panjang perjuangan produk-produk asal Indonesia yang berjuang agar mampu sejajar dengan produk-produk luar negeri di negeri sendiri. Banyak produk dari bangsa sendiri yang tersisihkan hanya karena kurang popular dibandingkan brand asing.

Di era globalisasi ini, kita memang tidak bisa mencegah perdagangan bebas. “Namun, kita sebagai bangsa seharusnya bisa memenangkan produk Indonesia di dalam negeri kita sendiri. Jangan bangga jika kita bisa menjual produk Indonesia ke luar negeri apabila kita tidak bisa menjual produk Indonesia di negeri sendiri,” jelas Syationo Syahruddin Abas, General Manager, Sales & Operations League.

“Ini adalah momen yang tepat bagi kita semua sebagai produk Indonesia untuk bangkit memenangkan pasar dalam negeri. Republik Indonesia sudah merdeka selama 74 tahun. Kapan lagi kita harus menunggu menjadi raja di negeri sendiri? Sekarang, kita harus memulai menggelorakan dan membangkitkan kecintaan kita terhadap produk dalam negeri,” ungkap Syationo.

"Pride of Indonesia dari League merupakan hasil kolaborasi desainer muda Indonesia yang tergabung di League dengan Talenta Muda Indonesia, di antaranya anak-anak muda yang tergabung di Indonesia Sneaker Team (IST), di komunitas Westbike Messenger, vokalis band Pee Wee Gaskins, Dochi Sadega, dan pembalap muda Moto2, Dimas Ekky Pratama.

Dalam acara di Pondok Indah Mall 2 itu, League menampilkan koleksi bertemakan ‘Pride of Indonesia’ hasil kolaborasi dengan para talenta muda Indonesia. Berikut ini beberapa produknya: pertama, Fresh Start 42Ø, sepatu dengan dengan desain kolaborasi League dan IST seharga Rp849 ribu.

Lalu, DimGas, hasil kolaborasi League dan pembalap muda Indonesia di Moto2, Dimas Ekky Pratama. Juga, ada koleksi Swave CMWC Westbike Series. Sepatu ini hasil sinergi dengaan komunitas, Westbike Messenger Indonesia. Tak ketinggalan, koleksi Sadega Runner. Desain ini hasil desain kolaborasi League dan vokalis band Pee Wee Gaskins, ‘Dochi Sadega’.

Ginanjar Perdana, Head of Product Development League, menjelaskan betapa pentingnya kreativitas dan berpikir out of the box dalam menghasilkan produk-produk unik tersebut. “Sebagai desainer dan product developer, kami dituntut untuk selalu kreatif dan berpikir out of the box. Sebab, nantinya apapun desain yang kami hasilkan, harus bisa diterima secara global. Dan League memiliki desainer-desainer muda yang hebat,” kata Ginanjar mengklaim.

Menurutnya, sepatu League diproduksi untuk pertama kalinya tahun 2004. Sepatu ini merupakan merek global dengan positioning produk premium yang mendukung performa dengan mengembangkan teknologi dari Portland, Oregon, Amerika.

“Sepatu League berstandar internasional. Produk kami diekspor ke Malaysia, Filipina, Brunei, Singapura, Saudi Arab, Papua New Guinea, dan akan segera mengembangkan sayapnya ke negara lainnya,” jelas Syationo.

League diproduksi karena kepedulian Grup Berca untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia demi mengurangi tingkat pengangguran. Kategori produknya meliputi sepatu running, football/futsal, basketball dan lifestyle.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)