Kominfo Siapkan Peta Jalan Penerapan Teknologi 5G

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah menyusun roadmap (peta jalan) penerapan teknologi jaringan 5G di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate mengatakan, pihaknya sedang mendalami banyak teknologi baru agar dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur TIK (Teknologi Informasi & Komunikasi)

“Saya sedang menyiapkan, ini bukan janji tapi seharusnya menyiapkan deployment 5G,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip SWA Online, Selasa (22/09/2020).

Menurutnya, ada banyak faktor yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah penataan spektrum frekuensi. Ia menilai teknologi 5G merupakan revolusi sinyal sistem atau fast evolution dari digital. Oleh karena itu, kementerian memerlukan tersedianya spektrum frekuensi yang cukup.

"Untuk 5G saja, kita harus melakukan farming spektrum frekuensi sebanyak 1.880 Mhz dan khususnya di frekuensi 2,3 Ghz, 2,5 Ghz, 2,6 Ghz, 3,3 Ghz, dan 3,6 Ghz,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menteri Kominfo menuturkan upaya penataan kembali spektrum frekuensi radio untuk 5G tersebut disiapkan di lowerband, coverage layer dan highband agar nanti tidak terjadi interferensi.

"Nantinya, pemilihan teknologi akan diputuskan oleh pemerintah, agar reach out very rural area, itu 4G. Tapi, di saat yang sama, trial 5G sudah dilakukan di super high band dan itu sukses. Saya tentu berharap farming dan refarming itu harus diatur betul dan saya yakin yang sekarang sedang mempunyai lisensi itu tahu bahwa untuk kepentingan masa depan Indonesia lebih baik, ini berpindah,” paparnya.

Ia juga menjelaskan, pemerintah akan membantu migrasi agar masyarakat dapat menggunakan jaringan 5G. Namun, deployment 5G menurutnya memerlukan dukungan dari ekosistem untuk penempatan penggunaan.

“Secara telekomunikasi kita sudah bisa deploy tapi ekosistem khususnya bagi industri dan lingkungan bisnis. Kita tentu akan memilih apakah nanti akan satu industrial estate, tourism destination, atau smart city yang nanti kita deploy 5G terlebih dahulu. Sedang saya lihat, nanti ini bukan ujicoba lagi tetapi quick win di mana,” terang Menkominfo.

Untuk membangun teknologi 5G, Menteri Kominfo menilai Indonesia perlu mempertimbangkan secara matang berdasarkan pertimbangan padat karya maupun dari sisi teknologi.

“Kalau 5G itu berarti unman vehicle, robotic industri. Semuanya pakai robot. Di Indonesia, ini yang harus kita hitung baik-baik. Di satu sisi, bagaimana kita membutuhkan padat karya, di sisi yang lain heavy teknologi. Ini dua hal yang harus kita jaga agar ada di titik yang seimbang,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini Kominfo sedang merencanakan pembangunan industrial estate yang baru agar bisa men-deploy 5G dengan benchmark yang nanti akan ditentukan.

“Di situ kita bisa deploy 5G dengan benchmark, misalnya dari Shenzhen, China, sebagai salah satu contohnya. Shezshen itu fully 5G. Kalau ibukota baru itu terlalu banyak makan waktu, kita harus bangun dulu tapi ada banyak industrial estate,” tuturnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)