Komunikasi Cepat Tanggap Kabupaten Teluk Bintuni dan Kemenperin

Bupati Teluk Bintuni, Ir Petrus Kasihiw M.T melakukan audiensi dengan Menteri Perindustrian, Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita, M.Si, di Kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terkait melaporkan perkembangan dan kesiapan lokasi Teluk Bintuni dalam akselerasi pembangunan kawasan industri.

Pasca ditetapkannya Teluk Bintuni sebagai Kawasan Industri Khusus, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni terus melakukan koordinasi Pembangunan Lintas Kementerian untuk memantapkan pelaksanaan pembangunan.

Sinergi dan sinkronisasi dari sisi perencanaan pembangunan nasional antara pemerintah daerah dan pusat menjadi penting untuk mendorong percepatan pembangunan di Teluk Bintuni. Kolaborasi tugas dan fungsi terus dibangun dengan komunikasi yang tepat dan konsisten.

Kontinuitas sinergi antara pemerintah daerah dan pusat serta stakeholders yang terlibat dalam program percepatan pembangunan ini, dilakukan Kabupaten Teluk Bintuni secara berkala. Seluruh perkembangan dilaporkan dengan tahapan yang terencana agar soliditas bisa terbangun dengan sempurna demi kelangsungan program ini.

Persiapan yang dilakukan oleh Bupati pada skala lokal juga terus digiatkan. Semua perangkat daerah melakukan kolaborasi yang cantik dengan Lembaga Masyarakat Adat (LMA). Tak hanya sosialisasi perihal Kawasan Industri Teluk Bintuni, tapi pembahasan juga diluaskan mengenai pengelolaan Dana Bagi Hasil (DBH) dengan 7 suku yang mendiami Kabupaten Teluk Bintuni dengan adanya potensi industri-industri baru di Teluk Bintuni.

Pengelolaan kekayaan sumber daya alam sebagai kawasan industri, menurut Petrus, harus dikembalikan lagi kepada masyarakat. Persiapan yang dilakukan oleh Pemkab adalah mendirikan pusat pelatihan di bidang konstruksi dan industri telah dilakukan jauh hari sebelum ditetapkannya Kabupaten Teluk Bintuni sebagai Kawasan Industri Khusus.

Atas inisiatif Pemkab Teluk Bintuni, didirikanlah Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas Teluk Bintuni yang dioperasikan oleh Petrotekno Technical School dan telah melahirkan ratusan tenaga kerja lokal siap pakai dengan sertifikasi profesi nasional dan internasional.

Merangkul anak-anak Papua khususnya Teluk Bintuni sendiri untuk ikut dalam pengelolaan industri sebagai tenaga kerja lokal merupakan visi dari Petrus yang terwujud, yaitu menuju Teluk Bintuni dengan masyarakat yang maju, mandiri dan berdaya saing.

Apresiasi diberikan oleh pemerintah pusat atas kesiapan Teluk Bintuni dalam menyiapkan perangkat yang dibutuhkan untuk mendukung akselerasi pembangunan. Koordinasi dan komukasi cepat tanggap yang dibangun selama ini merupakan contoh dari kolaborasi yang baik antara pusat dan daerah yang mampu menghasilkan progress yang baik dalam perencanaan pembangunan nasional.

"Tidak gagap dengan sebuah pembangunan yang masif dan cepat, Teluk Bintuni telah membuktikan kesiapannya menjadi sebuah kawasan industri yang berpotensi mendatangkan investasi besar," jelas Petrus.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)