Konferensi Revolusi Industri 4.0 Se-Asia Pasifik Akan Digelar di Singapura

SingEx dan Deutche Messe akan mengadakan konferensi perdananya di Asia Pasifik yakni Hannover Messe, bertajuk Revolusi Industri 4.0 yang akan berlangsung di Singapura pada tanggal 16 hingga 18 Oktober 2018. Acara ini akan terbuka bagi 10.000 peserta yang berasal lebih dari 30 negara dan 12 sektor industri selama tiga hari di Singapore Expo dalam ruangan seluas 20.000 m2.

Peserta yang hadir bisa mengikuti berbagai kegiatan dan juga program dari berbagai sektor industri, seperti Learning Journeys, Learning Lab, Knowledge Exchange Platform, dan Startup Forum. Dalam acara ini juga akan ditampilkan lebih dari 200 praktik otomasi industri global kelas kakap, pemimpin pasar dan juga startup yang berasal dari enam negara yakni Singapura. Malaysia. India. Indonesia. Jepang dan Jerman.

Inovasi utama yang akan ditampilkan nanti antara lain teknik TwinCAT dan software control dari Beckoff dalam menciptakan suatu aplikasi seperti Big Data dan Pattern Recognition untuk meningkatkan efisiensi dan rekayasa produksi secara berkelanjutan. Lalu ada juga Strobo yang menggabungkan teknologi Lidar Slam yang berfungsi untuk memilih dan menempatkan palet melalui deteksi palet yang canggih dengan kemampuan pengenalan yang akurat. Mereka pun akan meluncurkan model terbaru TUG yakni robot bergerak otonom yang terkemuka untuk transportasi dan pengiriman material.

Konferensi ini akan menampilkan lebih dari 100 pelopor Industri 4.0 yang mana lebih dari 50%-nya adalah ahli di skala regional dan termasuk tokoh-tokoh professional seperti Phil Smith (Chairman of Innovate Inggris), lalu ada Samuel Garcia (Wakil Presiden Procter & Gamble untuk Pasokan Produk Konsumen Global), lalu ada Alpesh Patel (Direktur Pusat Kemampuan Digital McKinsey & Company) dan Max Ward (Chief Executive Officer Openport).

“Tujuan kami dalam menyelenggarakan Hannover Messe ini adalah untuk mengajak seluruh industri bersama-sama terjun dalam sebuah ekosistem yang terdiri dari banyak pemain dan komunitas dari berbagai jaringan untuk bersama-sama belajar, berbagi, berkolaborasi, memperluas jaringan dan melakukan bisnis bersama. Selain itu juga kami ingin membantu berbagai jenis industri di Asia-Pasifik untuk dapat memulai, menskalakan, dan mempertahankan setiap adopsi transformasi Industri 4.0 itu sendiri,” ujar James Boey, Executive Director  SingEx Exhibitions.

Karena laju perjalanan transformasi masing-masing berbeda dan tidak merata, maka pendekatan Learning Journey yang unik dirancang untuk membantu perusahaan dan pemerintah di Asia-Pasifik untuk bisa memulai, menskalakan dan mempertahankan setiap adopsi dari proses dan solusi Industri 4.0 mereka. Pendekatan ini pun dirancang untuk mendorong dan memacu pembelajaran, memperdalam pemahaman dan memungkinkan kolaborasi dan ide yang relevan. Menyadari pentingnya transformasi industri dalam memelopori kemajuan ekonomi, acara ini juga mendapat dukungan kuat dari berbagai lembaga pemerintah.

“Dengan adanya transformasi berupa Revolusi Industri 4.0 ini tentunya dapat menaikan produktifitas dan juga efisiensi dengan terus menjaga konsistensi mutu. Dalam hal Teknologi Informasi dan Komunikasi juga, posisi Indonesia masih termasuk dalam tingkatan yang masih rendah. Maka dari itu, Pemerintah saat ini akan fokus pada 5 sektor prioritas yakni di Food and Beverages, Textile and Apparel, Automotive, Electronics dan Chemicals. Pemerintah pun akan terus mendukung upaya setiap pelaku ekonomi untuk bisa beradaptasi dengan Industri 4.0 saat ini,” tegas Sony Sulaksono, Head of R&D of Industrial Technology and Intellectual Property Right, Kementerian Industri RI.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)