Konsep Perikanan Berkelanjutan, Mengacu pada Triple Bottom Line

Direktur Eksekutif Coral Triangle Centre (CTC), Rili Djohani

Perikanan yang berkelanjutan menjadi tema besar yang akan didiskusikan delegasi berbagai negara peserta di Our Ocean Conference, tanggal 29 - 30 Oktober 2018 di Bali yang mengambil tema "Our Ocean Our Legacy". Ada enam topik yang akan dibicarakan selama dua hari konferensi tersebut, yaitu Kawasan Konservasi Perairan, Perubahan Iklim, Perikanan yang Berkelanjutan, Polusi Laut, Ekonomi Biru yang Berkelanjutan dan Konservasi Perairan.

Menurut Direktur Eksekutif Coral Triangle Centre (CTC), Rili Djohani,   konsep perikanan berkelanjutan harus mengacu kepada "triple bottom line" yaitu menciptakan potensi ekonomi, meningkatkan kesejahteraan sosial kehidupan masyarakat, dan  memastikan terciptanya keseimbangan lingkungan hidup.

Saat ini, sudah ada 165 kawasan konservasi perairan yang sangat potensial untuk mendukung tujuan dari perikanan yang berkelanjutan tersebut. Kawasan Konservasi memegang peranan penting dalam manajemen perikanan yang berkelanjutan karena kawasan ini mempunyai potensi untuk memastikan terciptanya ekosistem yang kondusif bagi ikan-ikan untuk berkembang baik.

"Namun  sekitar 60 persen dari total luas KKP di Indonesia itu baru pada tahap dicadangkan, sehingga belum dimanfaatkan sebagaimana seharusnya KKP sendiri", tambah Rili.

Salah satu hal penting yang dapat dilakukan adalah memastikan pengelolaan KKP yang efektif dan CTC yang merupakan sebuah organisasi yang sangat memahami hal tersebut, terutama program peningkatan kapasitas masyarakat, terutama di daerah konservasi.

Hal senada juga disampaikan Kepala Pusat Riset Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Dr.Ir.Toni Ruchimat yang mengingatkan sumber daya ikan walaupun berkembang biak, namun bukan berarti tidak terbatas. Diperlukan pengelolaan perikanan yang tepat dan berkelanjutan, termasuk penangkapan ikan yang bertanggung jawab. Selain itu, dalam pemanfaatannya juga harus berdasarkan prinsip berkeadilan. "Inilah yang selalu ditegaskan pemerintah, melalui regulasi- regulasi yang dikeluarkan".

Menurut Toni lagi, pengaturan aktifitas penangkapan ikan juga sangat penting mengingat aktifitas penangkapan tidak hanya berdampak kepada sasaran spesiesnya, tetapi juga berdampak kepada lingkungan dimana spesies itu berada."Inilah mengapa pentingnya pengelolaan perikanan dengan pendekatan ekosistem (Ecosystem Approach to Fisheries Management/EAFM)", tambah Toni.

Coral Triangle Center ( CTC) yang bergerak dibidang konservasi pelatihan pengelolaan laut percaya bahwa pengembangan jaringan Kawasan Konservasi Perairan (KKP) merupakan cara yang paling efektif untuk pemanfaatan sumberdaya secara berkelanjutan bagi masyarakat dan bagi konservasi laut.

"Mata pencaharian masyarakat pesisir dari perikanan hanya dapat dipertahankan secara berkelanjutan jika sebagian persediaan ikan dilindungi dari penangkapan dengan adanya KKP yang didalamnya terdapat 'zona larang tangkap' dan 'zona pemanfaatan ganda,” ungkap Rili.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)