Konsistensi Formula dan Inovasi Kratingdaeng

Davin Thomas Lai, Marketing Manager PT Asiasejahtera Perdana Pharmaceutical (tengah) Marketing Manager PT Asiasejahtera Perdana Pharmaceutical, Davin Thomas Lai (tengah).

Keberhasilan Kratingdaeng menyabet 19 kali Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) membuktikan kualitasnya yang unggul. Bagaimana konsumen mendapatkan fungsi dari apa yang mereka minum yaitu stamina, menjadi tujuan PT Asiasejahtera Perdana Pharmaceutical, pabrikan Kartingdaeng. Karena itulah konsistensi kualitas menjadi perhatian perusahaan sehingga menjadikan posisinya di atas di kategori minuman berenergi.

Meskipun terjadi penurunanan pada penjualannya atas kondisi ekonomi yang melemah, market share Kratingdaeng dapat bertahan di atas 64 hingga 67%. Menurut Direktur Pemasaran PT Asiasejahtera Perdana Pharmaceutical, David Thomas Lai, Kratingdaeng meluncurkan produk terbarunya yaitu Kratindaeng Pro, varian dengan karbonasi adalah upaya strategi marketing perusahaan. “Produk terbaru Kratingdaeng berhasil diterima pasar di tengah kondisi ekonomi sperti saat ini. Dibandingkan pemain lain dengan kategori sama, pertumbuhann Kratingdaeng Pro lebih baik, tapi memang belum sesuai target,” ujarnya.

Varian produk ini ditujukan untuk mereka yang lebih di atas dari segi usia dan segmen pasar dengan harga yang lebih mahal. Posisi Kratingdaeng Pro sebagai energy drink dapat dikonsumsi setiap hari dan lebih ringan. R&D senantiasa melakukan inovasi dan tak pernah mengurangi kualitas bahan baku yang digunakan. “Kami tidak pernah menurunkan ingredients yang ada. Perusahaan terus melakukan strategi margin improvement untuk produk,” ujar Sigid HS, Manager Pengembangan Merek Kratingdaeng.

Digitalisasi yang begitu masif digunakan Kratingdaeng dengan gencar mempromosikan produknya melalui media sosial. Menurutnya, beriklan di media konvensional sudah jarang dilakukan. Sejauh ini,  iklan sifatnya one way communication. Aktivasi promosi melalui below the line (BTL) lebih menciptakan banyak interaksi sehingga lebih menciptakan engagement. “Sekitar 70-80% cara promosi VTL telah dilakukan sejak tahun lalu. Cara lain pemasaran  dengan melakukan brand activation di berbagai aktifitas yang sesuai dengan target pasar kami, misalnya otomotif, bola, dan kegiatan olahraga lainnya,” ujar David.

Kratingdaeng juga telah menyiapkan content management untuk digital marketing. Hal ini dilakukan agar digital marketing melalui media sosial tidak terlalu high-selling. Menggandeng agensi untuk mengemas konten yang relevan dengan konsumen yang tidak hanya  informasi event atau selling saja. Kratingdaeng ingin masuk dalam aktivitas dan kehidupan anak muda dengan konten yang bagus, sehingga diharapkan Kratingdaeng menjadi brand yang lebih cool.

Target ke depan, Kartingdaeng yang merupakan produk lama ingin muncul dengan image baru untuk menggaet generasi milenial. Selama 26 tahun usianya di Indonesia, Kratingdaeng tidak pernah mengubah formulasi sehingga kualitas dan rasanya tetap konsisten. Produk baru Kratingdaeng Pro hadir untuk menyasar generasi milenial. “Target pasarnya usia 18-20an tahun. Kehadiran Kartingdaeng Pro dilihat perusahaan sebagai pengembangan pasar di mana pasar milenial sangat besar, “ ungkapnya.

 

Reportase: Herning Banirestu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)