Konsumen Harus Waspada Pemalsuan Tinta Printer Epson

Baru-baru produsen dan distributor botol tinta Epson palsu diketahui terbukti bersalah memalsukan produk, sehingga dikenakan sanksi hukum dan denda. Menurut Jonathan Selvasegaram, Manajer Asia Pasifik untuk React, organisasi anti-pemalsuan nirlaba yang mewakili lebih dari 300 pemegang merek, termasuk Epson, “Setiap bulan, React bekerja sama dengan platform daring di Indonesia untuk menghapus iklan botol tinta Epson palsu.  Botol tinta palsu merupakan masalah besar di Indonesia.”

Botol tinta dan katrij (cartridge) diproduksi tanpa pengendalian mutu, sehingga kemungkinan besar akan menimbulkan kerusakan pada printer bila digunakan. Kemampuan printer untuk tetap berfungsi dengan kinerja sesuai spesifikasi tidak lagi dapat dijamin. Oleh karena itu, penggunaan botol tinta atau kartrij palsu akan membatalkan sebagian besar jaminan printer. Hal ini dapat menimbulkan masalah besar bagi konsumen maupun dunia usaha.

Justisiari P. Kusumah, Direktur Eksekutif Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) menyatakan, tindakan cepat Kepolisian dalam kasus ini sangat membesarkan hati MIAP.  Keputusan ini merupakan keputusan penting bagi pemegang merek, karena menegaskan komitmen Kepolisian dan Pengadilan terhadap perlindungan atas kekayaan intelektual sekaligus perlindungan konsumen.

“Kami menyarankan Kepolisian untuk menggalakkan kerja sama para platform belanja daring dalam menangani masalah barang palsu yang dijual melalui situs web mereka. Oknum penjual daring berpikir mereka berada di posisi yang aman apabila melakukan penjualan melalui platform belanja daring tersebut. Oleh karenanya, penting bagi Kepolisian untuk menangani pelanggaran merek melalui media platform daring ini sebagaimana mereka menangani masalah pemalsuan di pusat perbelanjaan,” ujarnya.

Nofli, S.Sos, S.H., M.Si, Direktur Merek dan Indikasi Geografis pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) menyatakan, perlindungan terhadap merek terdaftar menjadi hal yang penting  untuk produk yang dijual di platform belanja online, sebagai bentuk tanggung jawab penjual dan platform belanja online kepada konsumen. “Diharapkan konsumen membeli dan mendapatkan produk asli dan  terhindar dari  produk palsu yang ditawarkan,” ungkap Nofli.

Patform belanja online juga perlu lebih aktif mengambil langkah - langkah preventif dengan melakukan verifikasi dan memastikan bahwa produk yang dijual adalah produk asli.

Guna membantu konsumen memeriksa keaslian tinta printer Epson yang dibeli, Epson telah meluncurkan inisiatif pemeriksaan mandiri yang baru di Indonesia untuk membantu konsumen melakukan verifikasi atas produk tinta Epson yang dibeli melalui ponsel masing-masing. Menurut Epson Asia Tenggara, konsumen dapat memeriksa keaslian produk dengan memindai kode QR di kemasan produk menggunakan aplikasi ponsel tanpa biaya. Aplikasi ponsel tersebut Epson Genuine dan dapat diperoleh di app stores untuk ponsel pintar berbasis iOS dan Android.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)