Konsumsi Rumah Tangga Kuartal II Diprediksi Membaik

Ivan Jaya Head of Wealth Management and Retail Digital Business Bank Commonwealth (Kiri) dan Direktur Ashmore Asset Management Bank Commonwealth, Arief Wana (Kedua Kiri) (Foto: Anastasia/SWA)

Konsumsi rumah tangga di kuartal II 2018 diprediksi bakal lebih baik dari sebelumnya. Hal ini dipicu oleh Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 171 daerah dan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019.

“Dampak dari tahun politik ini kami melihat di kuartal II dan paruh kedua tahun 2018. Private consumption akan lebih tinggi karena spending dari pemerintah dan Pilkada serentak,” ujar Direktur Ashmore Asset Management Bank Commonwealth, Arief Wana. Sebelumnya pada kuartal I kemarin, BPS mencatat konsumsi rumah tangga berada di level 4,95%.

Dia juga menjelaskan, menjelang Pilkada dan pesiapan Pilpres, perekonomian Indonesia masih relatif stabil karena sentimen politik yang mempengaruhi ekonomi relatif kecil. Namun, Indonesia menurutnya harus memperhatikan kondisi ekonomi global, khususnya kebijakan yang dikeluarkan Presiden Trump. “Kondisi politik saat ini masih cukup stabil memasuki Pilkada dikarenakan tidak adanya sosok yang kontrovesial. Sampai saat ini dengan kemungkinan calon Presiden 2019 masih sama dengan calon Presiden 2014, kami melihat kestabilan politik bisa tetap terjaga,” ujarnya menambahkan.

Lebih jauh Arief mengatakan, kondisi ii juga bergantung pada kebijakan pemerintah terhadap hal-hal yang bisa mempengaruhi anggara, termasuk bagaimana pemerintah menyikapi pelemahan rupiah dan kenaikan harga minyak.

Sementara itu, Ivan Jaya, Head of Wealth Management and Retail Digital Business Bank Commonwealth, menegaskan kondisi politik tidak akan terlalu memberikan dampak yang besar terhadap kegiatan ekonomi. “Sentimen politik saat ini eltif kecil dalam mempengaruhi ekonomi dan pasar. Dengan kondusifnya kondisi politik membuat perekonomian Indonesia masih relatif stabil,” ujarnya menambahkan.

Di level global, menurutnya, saat ini sedang terjadi perbaikan perekonomian yang didorong oleh pemulihan perdagangan global dan aktivitas investasi di seluruh negara di dunia. “Sedang ada perbaikan di negara maju maupun berkembang. Namun, kondisi perekonomian global masih diwarnai oleh tensi perdagangan dan ketegangan geopolitik yang berpotensi memberikan dampat negatif terhadap pertumbuhan ekonomi,” kata Ivan.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!