Koridor Timur Jakarta Semakin Diincar Pemburu Properti

Pengamat properti dari Colliers International mengatakan harga properti di Jakarta terlalu tinggi, sehingga masih banyak yang sulit terjual. Hal senada disampaikan pula oleh Direktur Indonesia Property Research Center, Dimas Putra. Ia memandang, tingginya harga jual justru membuat investor kesulitan menjual propertinya.

Dimas menyebut, berdasarkan rasio perhitungan rumah atau properti terhadap pendapatan yang dilakukan oleh World Bank Time To Act 2019, ditemukan fakta luar biasa yang belum banyak diketahui masyarakat. "Ternyata harga rumah di Jakarta lebih tinggi dibandingkan beberapa kota besar dunia, seperti London, Bangkok, dan Kuala Lumpur. Bahkan harga hunian di ibu kota melampaui New York maupun Tokyo" ujar Dimas Putra pada keterangannya (20/7).

Ia menyebut, koridor Timur Jakarta atau tepatnya kawasan industri Cikarang terus meningkat mengingat kondisi harga tanah yang relatif lebih rendah dibanding di Koridor Barat. Harga jual tanah di Koridor Timur sekitar Rp 6,3 juta per meter persegi per 2018. Sebelumnya pada 2009 lalu hanya Rp 2,3 juta per meter persegi. Dengan demikian, pertumbuhannya mencapai 21,5 persen selama kurun 9 tahun.

“Dengan segala keunggulan dan potensi pertumbuhannya, tentunya banyak pembeli beralih dari Kota Jakarta ke Koridor Timur, tepatnya di Cikarang, Jawa Barat,” jelas Dimas.

Karena secara nasional, lebih dari 30% investasi asing yang masuk ke Indonesia dibenamkan di Cikarang. Selain itu, kawasan industri yang beroperasi di Cikarang memberikan kontribusi terhadap volume ekspor Indonesia sebesar 40%.

Menurut survei yang dilakukan oleh Indonesia Property Research Center sendiri, harga sewa apartemen di kategori studio pun cukup bervarian. Mulai dari Sancrest di angka 23,5 juta/ bulan, Axia South di 29 juta, dan Pollux Chadstone yang memiliki harga sewa terendah dibanding dua kompetitornya. Yaitu berada di angka 15 juta untuk sewa setiap bulannya.

Cikarang dipandang menjadi area strategis dengan jangkauan bisnis skala internasional. Banyak perusahaan yang berkembang di kawasan ini berasal dari luar negeri, seperti Singapura, Inggris, Jerman, Korea, Jepang, Cina, Malaysia, Taiwan, Timur Tengah, dan masih banyak lagi.

Dengan harga beli mulai dari Rp 700 juta-an (33jt/m2), masyarakat dapat berinvestasi properti di kawasan industri terbesar di Asia Tenggara tersebut. Selain lokasinya strategis karena berada tepat di depan Exit Tol Cikarang Barat, mega superblok yang dikembangkan oleh PT Pollux Aditama Kencana, anak perusahaan PT Pollux Properti Indonesia ini mengusung konsep 6 in 1 dengan apartemen, hotel, PCM Mall, SOHO, F&B 24 jam, serta rumah sakit yang terintegrasi dalam satu komplek.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)