Korn Ferry Ajak HRD Analisa Engagement dan Enablement Karyawan

Dewi Tobing, TL Manager PT Hay Group (Kohn Ferry) memaparkan metode riset Korn Ferry kepada HR dari berbagai perusahaan

Employee Satisfaction pernah menjadi indikator yang digunakan Human Resource Development (HRD) untuk mengetahui tingkat kepuasan karyawannya. Objektif ke depannya adalah untuk meningkatkan efisiensi kinerja karyawan terhadap performa perusahaan.

Namun, metode ini dinilai sudah lawas. Kini pendekatan baru yang lebih efektif digunakan, yaitu melalui penilaian Engagement dan Enablement karyawan. Hal tersebut dipaparkan Dewi Tobing, TL Manager PT Hay Group (Kohn Ferry) di Jakarta, Jumat (7/12/2018), saat memaparkan presentasi di depan anggota HR dari berbagai perusahaan.

Ia menjelaskan, ada enam faktor paling berpengaruh terhadap engagement karyawan. Pertama, arah yang jelas dan menjanjikan. Kedua, kepercayaan terhadap Direksi. Ketiga, kualitas dan fokus pelanggan. Keempat, penghargaan dan pengenalan karyawan setelah mereka meraih prestasi. Kelima, kesempatan karir. Keenam, kompensasi.

“Sementara itu, ada enam indikator yang memengaruhi enablement karyawan. Pertama, manajemen kinerja. Kedua, otoritas dan pemberdayaan. Ketiga, sumber daya yang diperlukan karyawan untuk bekerja. Keempat, pelatihan. Kelima, kolaborasi. Keenam, efisiensi proses kerja,” tambahnya.

Adapun hasil yang didapatkan oleh perusahaan setelah menerapkan hal di atas adalah keunggulan operasional, loyalitas konsumen, kinerja finansial, menarik dan menahan karyawan, serta employers brand yang kuat. “Untuk mencapai hasil di atas, minimal perusahaan perlu melakukan tiga kali siklus penerapan indikator engagement dan enablement,”jelasnya.

Menurut data Kohn Ferry, tren HRD perusahaan di Indonesia adalah melakukan survei sebanyak dua tahun sekali. Dewi mengatakan hal itu tidak masalah, asalkan ada tindakan yang dilakukan perusahaan setelahnya.

Dewi menjelaskan bahwa karyawan dapat dibedakan menjadi empat tipe, di antaranya most effective, trusted, detached, dan least effective. Most effective adalah tipe karyawan yang memiliki engagement dan enablement tinggi. Trusted adalah tipe karyawan yang memiliki engagement tinggi dan enablement rendah. Detached adalah karyawan yang memiliki enablement tinggi dan engagement rendah. Terakhir, least effective yaitu karyawan yang memiliki engagement maupun enablement rendah.

Melalui survei yang dilakukan Kohn Ferry, perusahaan akan mendapatkan data komposit dari komposisi tipe karyawan di atas. “Kalau perusahaan memiliki banyak most effective employee berarti beruntung. Tipe kedua yang harus diperhatikan adalah orang-orang trusted, karena mereka bibitnya bagus namun belum dipoles, mereka paling mudah pindah ke most effective. Kalau orang detached tidak mudah untuk pindah, karena mereka akan pergi dalam waktu sesuai standar mereka.”

Kohn Ferry bekerja sama dengan Majalah SWAmembuka pendaftaran untuk perusahaan yang ingin melakukan survei terhadap karyawannya. Nantinya, perusahaan pendaftar otomatis menjadi calon kandidat yang akan mendapatkan Employer of Choice Award 2019 dan sepuluh perusahaan dengan skor tertinggi akan di-feature dalam Sajian Utama Majalah SWA.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)