Kreativitas PJB Services Siapkan SDM Unggulan

Direktur Human Capital PJB Services, Dedi Budi Utomo dan tim.

Program pembangunan ketenagalistrikan 35.000 MW yang dicanangkan pemerintah memiliki makna penting bagi PT PJB Services sebagai anak usaha PLN (Persero).

PJB Services mendapatkan tugas menyukseskan program tersebut sebagai perannya dalam pengoperasian dan pemeliharaan (operation & maintenance/O&M) sistem pembangkit yang telah terbangun. Perusahaan ini didirikan pada 30 Maret 2001 sebagai anak usaha PLN dengan kepemilikan saham 98% dan 2% dimiliki Yayasan Kesejahteraan PT PJB.

Transformasi bisnis dilakukan perusahaan yang awalnya hanya bergerak di jasa pemeliharaan sistem pembangkit listrik dengan revenue Rp6,7 miliar dan 16 personel saja. Pada 2017, PJB Services melebarkan sayapnya di jasa O&M sistem pembangkit listrik yang diperkuat 3.628 personil, dan mampu meraup omzet Rp1,6 triliun

Menurut Direktur Human Capital PJB Services, Dedi Budi Utomo, PJB Services mengelola sistem pembangkit yang berada hampir di seluruh wilayah Indonesia, dengan tantangan persebaran kualitas dan kompentensi SDM yang tidak merata. Saat ini total kapasitas pemangkit yang dikelola sebesar 5.227 MW, yang tersebar di 27 lokasi. Dari total 3.628 karyawan, mayoritasnya sebesar 73% adalah Gen Y (milenial). Ini menjadi tantangan tersendiri.

Untuk mewujudkan program pemerintah 35.000 MW dibutuhkan SDM di bidang O&M yang sangat besar. “Diperkirakan mencapai sekitar 12.000 orang. Itu harus disediakan dalam waktu yang cepat karena ketika ada tender semuanya telah siap sesuai dengan kompetennya,” ungkap Dedi. Tantangan lain yang dihadapi: munculnya para independent power procedure (IPP) swasta yang dapat membajak SDM yang memiliki kompeten tinggi.

Dalam roadmap bidang human capital, ditargetkan dalam lima tahun ke depan (2022), PJB Services dapat menjadi organisasi bisnis high performance. Indikatornya antara lain adanya integrasi sistem manajemen dengan standar perusahaan O&M kelas dunia dan menjadi Best Company to Work for di bidang O&M ketenagalistrikan.

Tahap awal yang dilakukan adalah rekrutmen untuk menyediakan SDM secara cepat, tepat, dan efektif. Program andalan PJB Services yakni Akademi Komunitas dan Program Kemitraan. Pada Akademi Komunitas, PT PJB (induknya) memberikan beasiswa kepada masyarakat sekitar pembangkit untuk disekolahkan di bidang pembangkit kelistrikan selama setahun. PJB Services bekerja sama dengan Politeknik di Surabaya.

PJB Services juga membuka jalur kemitraan dengan sejumlah SMK di beberapa daerah dengan menginduksi program pembangkit pada kurikulum SMK yang menjadi mitranya. Hasilnya, di tahun ketiga setelah rekrutmen, mereka yang lulus seleksi dapat langsung masuk On the Job Training dan dalam 3,5 tahun telah siap bekerja. Untuk proyek baru PJB Services, dibuka program Buffer Shinft-5 yang SDM buffer-nya hasil rekrutmen dari PT Mitra Karya Prima (anak usaha PJB Servies), Akademi Komunitas, Kemitraan, dan rekrutmen umum.

Sementara itu, untuk program Learning & Development , PJB Services memiliki cara sendiri untuk mengembangkan kompetensi. Menurut Dedi, perushaaan harus mempersiapkan SDM dengan sertifikasi level 3, yang umumnya memakan waktu 3-5 tahun. Lewat program andalannya Paspor Siap, memastikan pengembangan kompetensi karyawan secara terencana, terkendali, terekam, terukur, dan telah meningkatkan critical thinking. Selain itu, program Job Shadowing yang cara kerjanya mengikuti bagaimana cara kerja para ahli baik dari lingkungan PJB, ahli purna, atau eksternal.

Dalam pengintegrasiannya dilakukan melalui Training Development Center  yang bekerja sama dengan PLN Corpu atau institusi lain. Paling terkini adalah PJB Services memiliki simulator untuk operasi pembangkit, PLTU Circulating Fluized Bed 250 MW dan Ultra Super Critical 1.000 MW. Lewat mesin ini SDM dapat belajar mengoperasikannya.

Perusahaan juga menerapkan program work-life balance mengingat mayoritas karyawannya Adalah Generasi Y. “Kami harus memberikan ruang dan fasilitas untuk menampung ide-ide mereka dan menerapkan work-life balance,” ujar Dedi. Berbagai. Fasilitas mulai dar budaya, hobi, gaya hidup, hingga pengetahuan dapat diikuti karyawan. Untuk retensi karyawan, PJB Services menerapkan paket rumenerasi dengan pola 3P: Pay for Person, Pay for Position, dan Pay for Performance.

Seluruh langkah kreatif untuk human capital ini memberikan kinerja yang baik bagi perusahaan. Dedi mengungkapkan, Human Capital Readiness Score PJB Services meningkat dari 2,88 pada 2015 menjadi 4,1 ada 2017. Hal ini diikuti dengan kinerja bisnis yang meningkat, revenue pada 2015 sebesar Rp949 miliar, meningkat menjadi Rp1,6 triliun pada 2017. Sedangkan profit yang dicapai menjadi Rp147 miliar di tahun 2017, dari sebelumnya hanya Rp71 miliar pada tahun 2015.

 

Reportase: Yosa Maulana

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)