Kualitas Film Berperan Ciptakan Loyalitas Penonton

Berkerja sama dengan Rapi Films, Joko Anwar dipercaya sebagai sutradara remake film Pengabdi Setan.

Berkerja sama dengan Rapi Films, Joko Anwar dipercaya sebagai sutradara remake film Pengabdi Setan (2017). Kolaborasi ini terbilang fenomenal dan berhasil bertengger di bioskop Tanah Air hampir dua bulan.

Pengabdi Setan ini berhasil meraih 4,2 juta penonton selama penayangannya dan menjadikan film horor Indonesia terlaris sepanjang masa. Juga,  meraih 13 nominasi dan membawa pulang 7 piala termasuk "Pemeran Anak Terbaik" dan "Tata Sinematografi Terbaik" di Festival Film Indonesia ke-37 pada 2017.

Makin berkualitasnya film Indonesia yang hadir di bioskop memberikan harapan baru pada industri ini. Menurut Joko, loyalitas penonton film Indonesia sudah terbentuk, mereka hanya menunggu film yang dibuat secara well-made. “Artinya, production value (script, cinematography, lighting, sound, scenery, dan props) yang tinggi dengan teknis dan estetika yang memadai,” jelasnya.

Joko melihat bahwa kepercayaan mereka sudah ada sejak kebangkitan film Indonesia tahun 2000. Namun, saat itu banyak film Indonesia di bioskop yang tidak layak tayang. Belakangan, banyak produser yang sadar bahwa penonton menginginkan kualitas, estetika, dan teknis yang baik. Beberapa film yang dibuat dengan production value tinggi dan storytelling baik, maka penonton menyambutnya dengan antusias.

“Terbukti dengan kenaikan jumlah penonton film Indonesia di tahun 2017 sebanyak 10 juta. Tahun lalu tercatat ada 44 juta penonton dan tahun 2016 berjumlah 35 juta penoton. Industri film Indonesia telah menghasilkan film dengan production value yang tinggi,” ungkapnya.

Berbicara tentang kesuksesan Pengabdi Setan (2017), menurut Joko, tak bisa dilepaskan dari promosi film itu sendiri. Selain distribusi, promosi  sangat penting dalam sebuah produksi film. Semakin banyak produser film sadar bahwa dalam merilis film harus dibarengi dengan promosi yang cukup. Saya rasa promosi bisa macam-macam, untuk menarik hati masyarakat,” ujarnya. Untuk itu, pihaknya melibatkan masyarakat ketika merilis Pengabdi Setan dengan pembuatan video atau meme, sehingga menjadi salah satu cara promosi kecil. Hal ini berguna untuk menciptakan rasa memiliki pada film tersebut.

Baginya, dalam membuat sebuah film yang paling penting adalah skenario yang baik. Skenario adalah tulang punggung film. Secara teknis juga harus baik untuk membantu mewujudkan visi dirinya sebagai sutradara, keseluruhan yang terlibat dari sebuah film harus bagus. Kedisiplinan diperlukan, mengikuti timetable yang teratur dalam proses produksi harus ada dalam produksi.

Tayangnya Pengabdi Setan di streaming video on demand Iflix menjadi platform untuk memberikan akses luas ke penonton. Distribusi ini memperbesar akses masyarakat untuk menikmati film secara legal dan akan sangat mengurangi pembajakan. Edukasi kepada masyarakat untuk memilih tontonan film yang berkualitas juga diperlukan. Salah satunya edukasi melalui festival film, karena ajang tersebut memutar film-film berkualitas hasil kurasi.

“Festival film menciptakan interaksi langsung dengan pembuatnya dan  berisi film yang dikurasi. Sayangnya di Indonesia, festival film tidak pernah mendapat dukungan,” ungkap sutradara yang sedang menggarap film A Mother’s Love bersama Marissa Anita.

 

Reportase : Jeihan Kahfi Barlian

www.swa.co.id

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!