Kuartal II 2018, Total Pendapatan Asuransi Jiwa Mengalami Perlambatan

(Kiri-kanan) : Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu, Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim dan Kepala Bidang Pendidikan dan Pengembangan AAJI Chris Bendl disela-sela Paparan Kinerja Kuartal II/2018 AAJI.

Hingga kuartal kedua 2018, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan premi, total klaim & manfaat, serta jumlah agen berlisensi industri asuransi jiwa mengalami pertumbuhan, meski total pendapatan mengalami perlambatan.

Menurut Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim, pada kuartal kedua 2018 mencatatkan total pendapatan (income), pertumbuhan industri senilai Rp89,73 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp 116,35 triliun atau mengalami penurunan sebesar 22,9%.

Sedangkan total pendapatan premi merupakan kontributor terbanyak atas total pendapatan industri asuransi jiwa, yakni sebesar 104,3%. Nilai pendapatan premi ini lebih besar dibandingkan total pendapatan yang disebabkan nilai negatif dari hasil investasi yang cukup tinggi.

Dari total pendapatan premi bertumbuh 5,5% sebagai hasil dari meningkatnya pertumbuhan total premi bisnis baru dan total premi lanjutan, menjadi Rp93,58 triliun, padahal periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp88,66 triliun.

Hal ini karena didorong oleh meningkatnya pendapatan premi dari saluran distribusi bancassurance yang meningkat sebesar 9,5% dan berkontribusi sebesar 44,9%.

Sedangkan dari saluran keagenan mengalami pertumbuhan tertinggi di antara saluran distribusi yang ada sebesar 9,9% dengan kontribusi 39,3%, sementara saluran distribusi alternatif mengalami perlambatan 12,2% dan memiliki kontribusi sebesar 15,9%.

Dari sisi pertumbuhan bisnis baru, hal ini ditopang oleh meningkatnya kinerja saluran distribusi keagenan sebesar 27,9% dan saluran bancassurance yang naik 8,5%, dengan masing-masing berkontribusi sebesar 27,5% dan 55,7% terhadap premi bisnis baru.
Pertumbuhan industri masih didorong oleh jenis produk asuransi terkait investasi (unit link) yang berkontribusi 59,5% dari total premi, dan berkontribusi 52,4% dari bisnis baru. Sementara itu, produk tradisional berkontribusi 40,5% dari total premi, dan berkontribusi 47,6% dari bisnis baru.

Dari sisi jumlah investasi mengalami pertumbuhan sebesar 2,4% menjadi Rp445,83 triliun. Kenaikan jumlah investasi menjadi kontributor utama dari kenaikan total aset sebesar 1,2% menjadi Rp 499,96 triliun dibanding pencapaian periode yang sama tahun 2017 senilai Rp 493,99 triliun.

Menurut Kepala Bidang Pendidikan dan Pengembangan AAJI Chris Bendl dari total klaim dan manfaat menjadi Rp 60,78 triliun, meningkat 14,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 53,08 triliun. Porsi terbesar pembayaran klaim dan manfaat adalah dari klaim nilai tebus (surrender) yang mencapai 57,3% dari total klaim dan manfaat, meningkat sebesar 16,2% menjadi Rp 34,80 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 29,96 triliun.

Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu  menambahkan untuk klaim kesehatan (medical), tercatat meningkat 9,1% menjadi Rp4,72 triliun, di mana peningkatan ini didukung oleh meningkatnya klaim kesehatan kumpulan sebesar 8,7% dan klaim kesehatan perorangan sebesar 9,7%.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)