Kunci Chitose Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Direktur Pemasaran PT Chitose Internasional Tbk., Timotius J. Paulus.

Banyak cara dilakukan oleh  perusahaan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. PT Chitose Internasional Tbk., produsen perabotan rumah tangga dan kantor misalnya, memberikan kepuasan pelanggan dengan menekankan pada beberapa hal:  waktu pengiriman, layanan purna jual  dan  kualitas produk.

Komitmen layanan Chitose, perusahaan patungan dengan  Okamura Corp.- Jepang itu berbuah manis dengan apresiasi Top Brand selama 7 tahun berturut-turut sebagai merek produk furnitur yang memiliki Top of Mind, Top of Market Share, dan Top of Commitment Share tertinggi di Indonesia. Chitose memiliki enam kategori produk yang dipasarkan secara business to business (B2B) dan business to consumer (B2C): Folding Chair, Folding Chair + Memo, Hotel-Banquet-Restaurant, Working and Meeting, School Education dan Hospital.

Untuk B2B, Chitose memasarkan produknya melalui jaringan pemasaran 22 distributornya dan B2C melalui pemasaran langsung kepada customer, yang dipasarkan melalui jalur proyek yang berskala nasional, bekerja sama dengan perusahaan ritel dan end user. Chitose saat ini memiliki tiga merek, yaitu Chitose, Zao, Okamura. Targetnya adalah perkantoran, rumah sakit, hotel, manufaktur, sekolah/perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan lainnya.

Menurut Direktur Pemasaran PT Chitose Internasional Tbk., Timotius J. Paulus, rasio pasar B2B dan B2C Chitose yaitu sebesar 80% dan 20 %. Persentase peningkatan penjualan B2B rata-rata setiap tahunnya adalah 10%, termasuk tahun 2018. “Saat ini, kami memiliki klien (end customers) cukup banyak dan tersebar di seluruh Indonesia. Sedangkan untuk perusahaan yang ditangani langsung oleh tim marketing adalah perusahaan Go-Jek, KCI, Auto 2000, Philip Morris, Samsung Indonesia, dan masih banyak lagi,” ungkapnya.

Bagi Timotius, cara Chitose dapat menerobos pasar B2B adalah pertama, produknya memiliki desain dan kualitas yang dapat diterima oleh target pasarnya. Kedua, terus berinovasi dan pengembangan produk tiada henti untuk memenuhi kebutuhan para customer. Ketiga, memberikan pelayanan yang terbaik  dalam bentuk on time delivery dan layanan purna jual yang baik.

Namun yang terpenting dari semuanya, Timotius berpendapat bahwa Chitose harus dapat menunjukkan keseriusan dalam menangani para customer dan membangun long term business. “Tantangan dalam negosiasi adalah menyamakan persepsi bisnis antara Chitose dengan customer. Sebagai contoh yaitu perbedaan kebijakan perusahaan dalam menentukan term of payment, delivery cost dan lainnya,” tambahnya. Saat ini, Chitose tetap bekerja sama dengan para buyer di berbagai negara dan telah berhasil melakukan ekspor ke lebih dari 30 negara di dunia. Jepang adalah buyer terbesar Chitose saat ini, sekitar 90% dari total produksi. Total produksinya, 95% untuk lokal dan 5% pasar ekspor.

 

Reportase: Yosa Maulana

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)