Laba Bersih Bank Bukopin Tembus Rp 1 Triliun

Tahun 2016, kinerja Bank Bukopin Tbk kian kinclong. Hal ini tercermin dari beberapa indikator misalnya posisi aset bank yang berdiri sejak tahun 1970 ini tumbuh 11,70% dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu, menjadi Rp 105,4 triliun.

Selain itu, laba sebelum pajak per 31 Desember 2016 sebesar Rp 1,4 triliun dan laba sesudah pajak mencapai Rp 1,1 triliun. Menurut Glen Glenardi, Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk. bank ini berhasil membukukan laba sebesar Rp 1,4 triliun, tumbuh 15,14% dibandingkan dengan pencapaian pada tahun sebelumnya. Sedangkan laba bersihnya pada periode yang sama tercatat Rp 1,1 triliun atau meningkat 13,10% secara year-on-year.

Pencapaian laba bersih tersebut, didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 10,12% secara year-on-year menjadi Rp 83,9 triliun dan kredit sebesar 9,74% menjadi Rp 72,5 triliun. Pertumbuhan DPK pada tahun 2016 didorong oleh kenaikan deposito sebesar 7,63% menjadi Rp 55,2 triliun dan CASA (current account, saving account) sebesar 15,25% menjadi Rp 28,6 triliun.

Sedangkan dari pendapatan operasional lainnya (fee based income) bank yang sahamnya dimiliki oleh Bosowa Corporindo (30,00%), Kopelindo (18,09%), Negara RI (11,43%), dan publik (40,48%) ini pada periode yang sama tumbuh 16,58% menjadi Rp1,4 triliun. Dari sisi kualitas kredit, posisi NPL (non performing loans) net berada di kisaran 2,79%. Posisi CAR (capital adequacy ratio) hingga akhir tahun 2016 sebesar 15,03%.

Di sisi lain, pertumbuhan kredit mencapai 9,74% menjadi Rp72,5 triliun dibandingkan dengan posisi Desember 2015 yang mencapai Rp66 triliun. Pertumbuhan kredit ini didukung oleh pertumbuhan sektor ritel yang terdiri dari Mikro, UKM, dan Konsumer.

Bank Bukopin Direksi PT Bank BukopinTbk di sela-sela paparan kinerja di kantor Bukopin Pusat, Jakarta.

Dari total kredit ritel yang disalurkan, segmen Mikro tumbuh sebesar 26,11%, segmen UKM sebesar 9,41%, dan segmen konsumer sebesar 10,78% secara year-on-year. Pada periode yang sama, penyaluran kredit Komersial Bank Bukopin tumbuh sebesar 4,42%.

Ke depan, bisnis baru yang sedang dipersiapkan Bank Bukopin, untuk bertransformasi menjadi salah satu pemain dalam industri financial technology (Fintech) di Indonesia, caranya dengan menggandeng para start up.

Menurut Glen Glenardi tahun ini pihaknya mengalokasikan dana sekitar sekitar Rp300 miliar, untuk pengembangan information technology internal perseroan serta untuk pengembangan start up.

Caranya dengan menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam gerakan nasional 1.000 startup digital untuk mendukung tumbuhnya ekosistem usaha rintisan fintech. Bank Bukopin berkolaborasi dengan KIBAR untuk membuat BNVLabs, yakni program terintegrasi atau semacam wadah inkubasi bisnis untuk mendorong berkembangnya ekosistem fintech di Indonesia. "Tahun ini kami menargetkan mendapatkan 100 star up seperti di bidang pendidikan, wisata dan distribusi," kata Glen.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)